
Surabaya, Pojokkiri.com – Dunia hiburan di Surabaya diguncang dengan terungkapnya kejahatan menjijikkan yang melibatkan agensi model dan artis abal-abal. Dua pelaku, berinisial N dan S, kini ditahan setelah terbukti merekam ratusan korban secara diam-diam di ruang ganti dan menjual rekamannya di media sosial.
Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Timur berhasil meringkus kedua pelaku di sebuah rumah di Kabupaten Gresik pada Kamis malam. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan bukti-bukti kuat yang mengungkap modus licik mereka. Dengan kedok audisi model dan artis di apartemen mewah di Surabaya, mereka memasang kamera tersembunyi di ruang ganti. Tanpa sepengetahuan para peserta, kamera itu merekam setiap momen saat korban berganti pakaian.
“Kami menduga jumlah korban mencapai ratusan orang karena pelaku sudah menjalankan aksinya sejak tahun 2015 hingga 2023. Saat ini, penyidik masih mendalami kasus ini lebih lanjut,” ungkap Kombes Pol. Dirmanto, Kabid Humas Polda Jawa Timur.

Ironisnya, rekaman-rekaman tersebut dijual oleh pelaku melalui akun Telegram dengan harga tertentu, menjadikan kejahatan ini bukan hanya pelanggaran privasi tetapi juga tindakan eksploitasi yang mengerikan.
Terungkapnya kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap penawaran audisi atau casting dari pihak yang tidak terpercaya. Polisi juga mengimbau korban yang merasa pernah mengikuti casting di tempat yang dikelola oleh pelaku untuk melapor guna membantu proses penyelidikan.
Kini, kedua tersangka dijerat pasal terkait pornografi dalam Undang-Undang ITE dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun. Aparat terus menggali informasi lebih dalam untuk mengungkap jaringan pelaku dan memastikan keadilan bagi para korban.
Kasus ini membuka mata publik tentang bahaya agensi palsu yang memanfaatkan mimpi para calon model dan artis untuk melakukan kejahatan keji. Jangan sampai mimpi menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan (Sam).

