Pojokkiri.com

Tukar Uang di Pinggir Jalan Lebih Efisien

Salah satu warga yang menukarkan uang di Jalan Basuki Rahmad Lamongan.(Zainul Lutfi/Pojok Kiri.com)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Memasuki hari kedua puluh Ramadan jasa penukaran uang baru di Kota Soto Lamongan mulai bermunculan. Salah satunya yang berada di sepanjang Jalan Basuki Rahmad, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, Minggu (31/3/2024).

Basori salah seorang penyedia jasa penukaran uang mengatakan, setiap menjelang lebaran dirinya selalu membuka jasa penukaran uang baru untuk menambah penghasilan, namun saat ini belum terlalu ramai warga yang berniat untuk menukarkan uang.

“Udah lama mas, setiap tahun pasti disini, belum terlalu ramai, yaa nggak tentu namanya juga rejeki kadang ada yang nukerin 1 juta, 500 ribu, kadang ya 100 ribu, nggak tentu ramai sepinya,”kata Basori.

Menurut Basori biasanya penukaran uang baru akan mulai ramai saat seminggu mendekati lebaran. Basori yang sehari-harinya berjualan asesoris ini mengatakan bahwa setiap pecahan seratus ribu yang ditukarkan dihargai Rp 115 ribu.

Hal senada diungkapkan Heri yang sudah 7 tahun menyediakan jasa penukaran uang baru di kota Lamongan setiap menjelang lebaran. Biasanya saat belum ramai seperti sekarang ini ia hanya berjualan dari pagi hingga menjelang sore hari, namun ketika mendekati lebaran ia akan berjualan hingga malam hari.

“Masih sepi pak, nanti kalo kurang 7 hari jelang lebaran itu mulai ramai terus nanti dilanjut sampai malam, kalo ini Cuma cari tempat dulu sampai sore pulang, nanti kalo udah mau 7 hari sampai jam sebelas malam sampai malam lebaran,” kata Heri.

Menurut Heri pecahan mata uang yang paling dicari warga saat ini adalah pecahan lima ribu kemudian pecahan sepuluh ribu.

“Pecahan dari awal dulu nomer satu lima ribu, nomor dua sepuluh dua ribu dan terakhir dua ribu, ” lanjutnya.

Dalam dua hari ini, Heri yang biasanya berjualan somai mengaku bisa menukarkan uang mulai dari 100 hingga 2 juta rupiah.

Sementara itu Aji salah seorang warga yang menukarkan uang di penyedia jasa penukaran uang pinggir jalan mengaku, efektivitas waktu yang menjadi alasan dirinya memilih tidak menukarkan uang di bank.

“Pas kebetulan lewat mas, lebih efisien sama nggak usah ngantri kaya gitu,” kata Aji.

Di sepanjang jalan Basuki Rahmat ini ada sekitar lima sampai tujuh penukaran uang, mereka biasanya akan terus mangkal hingga hari Lebaran tiba.(lut)