
Surabaya, Pojokkiri.com.-
Krisis dokter spesialis dan dokter umum di Jawa Timur akan segera berakhir. Pemerintah secara resmi membentuk satgas dokter dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis dan umum di Indonesia.
Anggota komisi E DPRD Jawa Timur Puguh Wiji Pamungkas mengatakan, pembentukan satgas tersebut sebagai upaya dari pemerintah dalam pemenuhan pemerataan kesehatan di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Menurut politisi PKS, kalau di Jawa Timur ini menjadi catatan serius yang tidak bisa dipungkiri. Dokter spesialis rata-rata terkonsentrasi di kota besar yang dekat dengan fakultas kedokteran.
“Ini menjadi pekerjaan rumah untuk pemerataan kesehatan di Jawa Timur, terlebih pada dokter spesialis yang ada di daerah secara radius jauh dari pusat kedokteran. Ini terkadang tidak diminati oleh para dokter spesialis ini,” jelas pria asal Malang ini, Rabu (23/7/2025).
Salah satu alternatif, menurut dia, harusnya ada kerjasama dengan pemerintah daerah dengan cara memberikan bea siswa bagi putra daerah yang akan melanjutkan sekolah spesialis. Tentunya dibuat perjanjian terlebih dahulu di mana jika lulus mengambil dokter spesialis harus mengabdikan diri ke kampung halamannya atau daerah menjadi bagian garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di daerahnya,” terangnya.
Sinergitas ini jika terjalin dengan baik, lanjut Puguh, maka isu terkait pemerataan tenaga kesehatan dalam hal ini antara dokter umum dan spesialis bisa ditangani.
Ditambahkan oleh Puguh, dengan adanya satgas ini, harapannya aspek kualitas dan potensi dokter yang dihasilkan harus berkualitas dimana aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.” Dokter umum maupun spesialis harus benar-benar memiliki kualitas sesuai dengan jenjang pendidikannya dan tentunya memegang kuat nilai-nilai etik serta karakter,” tuturnya.
Percepatan pengadaan dokter spesialis tersebut, lanjut dia, harus diimbangi dengan skil keahlian yang mumpuni. “Mereka ini berhubungan dengan nyawa manusia sehingga sudah kewajiban untuk melayani dengan sebaik-baiknya,” tandasnya.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) membentuk satuan tugas (satgas) untuk meningkatkan jumlah dokter spesialis.Dalam jangka pendek, satgas akan melakukan program quick win. Terdapat tiga strategi yang akan dijalankan satgas. Pertama, penambahan program studi baru dan peningkatan kuota mahasiswa dokter spesialis dan sub-spesialis dengan model kemitraan perguruan tinggi. Kedua, menempatkan residen senior pada Rumah Sakit Pendidikan Prioritas. Ketiga, penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga dan stakeholders.
Untuk realisasinya, Kemendiktisaintek bermitra dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) yang mengoordinasikan 57 FK untuk pembukaan 148 prodi baru dokter spesialis dan subspesialis. Dengan akselerasi ini, diharapkan terdapat peningkatan jumlah kuota mahasiswa menjadi 8.000 mahasiswa pada tahun 2026.(wan)

