
Gresik, pojokkiri.com
UPT SMPN 1 Gresik sukses menggelar Ramadan Fest, sebuah ajang kompetisi prestasi yang menjadi puncak rangkaian kegiatan Pondok Ramadan tahun ini. Acara ini dirancang bukan sekadar pengisi waktu luang, melainkan sebagai wadah bagi siswa untuk unjuk bakat dalam bidang keagamaan dan kreativitas digital.
Kepala UPT SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetiya, menjelaskan bahwa berbagai perlombaan digelar untuk memacu semangat kompetitif yang positif. Selain lomba konvensional seperti adzan, tartil, dan iqamah, sekolah juga mewadahi bakat kekinian siswa melalui lomba konten video kreatif.

”Kami melombakan konten video ajakan kebaikan, misalnya ajakan berpuasa yang dikemas secara menarik oleh siswa. Kami ingin mereka berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tapi juga memiliki karakter syiar yang kuat di era digital,” ujar Beri saat pengumuman juara yang dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran dan khataman, Jumat (6/3/2026).
Prestasi yang diraih para siswa ini, menurut Beri, sejalan dengan slogan sekolah “Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi”. Sekolah berkomitmen membentuk generasi bangsa yang memiliki akar spiritualitas yang kuat namun tetap mampu berprestasi setinggi mungkin di masyarakat.

Bentuk konkret dari penerapan nilai tersebut adalah aksi sosial yang dilakukan siswa setelah rangkaian lomba. Para siswa turut mendistribusikan 2.000 nasi kotak untuk takjil kepada masyarakat dan pengendara di depan sekolah.
”Ini adalah bentuk edukasi prestasi karakter. Pintar secara teori saja tidak cukup, calon generasi bangsa harus memiliki rasa kepedulian yang nyata,” tambahnya.

Kolaborasi dan Kepedulian Sesama
Sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua menjadi kunci suksesnya acara ini. Melalui koordinasi via WA Center, wali murid dan komite berkolaborasi mendukung seluruh rangkaian kegiatan, termasuk memberikan santunan khusus bagi 82 siswa yatim piatu.
”Prestasi kolektif ini adalah hasil kolaborasi hebat antara wali murid, komite, dan guru. Semua siswa terlibat, termasuk dukungan penuh bagi rekan-rekan mereka yang yatim piatu agar bisa ikut merasakan kebahagiaan Ramadan,” ungkap Beri.

Acara ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bentuk syukur atas kelancaran kegiatan dan prestasi yang telah diraih para siswa selama bulan Ramadan. (Dyo)

