
Lamongan, Pojokkiri.com-Kebakaran hebat melanda kompleks Pasar Agrobis Babat pada Minggu (12/7/2026) malam. Amukan si jago merah yang berlangsung mencekam tersebut menghanguskan tujuh unit stan ruko utama dan merembet ke enam unit stan di sekitarnya. Petugas pemadam kebakaran gabungan harus berjibaku selama delapan jam sebelum akhirnya api dapat dijinakkan secara total.
Kepala UPT Pasar Rakyat Semando Babat, Ragil Puji Waluyo, S.E., membenarkan insiden tersebut saat dikonfirmasi oleh jurnalis Harian Pagi Pojok Kiri melalui sambungan telepon.
“Peristiwa mencekam ini pertama kali diketahui oleh warga pada Minggu malam sekitar pukul 20.30 WIB,” ujar Ragil.
Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Anton dan Didik, kobaran api pertama kali terlihat menyala dari bagian dalam dan atap stan nomor B-A 01. Stan tersebut merupakan toko grosir yang menjual beraneka ragam plastik dan stereofom milik seorang pedagang bernama Chaerul Fitrianto.
“Api dengan sangat cepat menjalar ke area luar ruko hingga membakar tumpukan stereofom yang berada di depan toko,” jelas Ragil menambahkan.

Saksi sempat berteriak histeris meminta pertolongan. Namun, warga dan orang-orang di tempat kejadian perkara (TKP) tidak dapat berbuat banyak. Banyaknya material plastik yang mudah terbakar membuat api langsung membesar dalam sekejap dan sulit dikendalikan.
Di sisi lain, pemilik toko, Chaerul Fitrianto, mengaku terkejut dengan musibah ini. Ia menjelaskan bahwa dirinya terakhir kali meninggalkan stan ruko pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Chaerul memastikan seluruh instalasi listrik sudah dimatikan total sebelum ia pulang.
“Stan ruko tersebut memang selalu libur setiap hari Minggu dan di dalamnya sama sekali tidak ada barang-barang elektronik,” ungkap Chaerul.
Barang-barang yang hangus terbakar di dalam stan berukuran 3 x 4 meter tersebut murni tumpukan produk plastik dan stereofom milik pribadi, serta sebagian milik pedagang lain yang dititipkan kepadanya.
Meski dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini, kerugian materiil ditaksir sangat fantastis, yakni mencapai Rp1 miliar.
Adapun rincian stan yang terdampak meliputi 7 Stan Hangus Total (Milik Chaerul Fitrianto): Nomor B-A 01, B-A 02, B-A 03, AC 13, AC 14, AC 15, dan AC 16. Kemudian 6 Stan Terdampak Rembetan Api: Nomor BA-4, BA-5, BA-6, AC-11, AC-12, dan BD-15.
Operasi pemadaman berlangsung secara masif sejak tim pemadam kebakaran tiba di TKP pada pukul 20.35 WIB. Sebanyak 68 personel gabungan diterjunkan dengan mengerahkan total 8 unit armada damkar dan 5 unit armada water supply.
Bantuan armada datang dari berbagai wilayah, antara lain tiga unit dari Lamongan, dua unit dari Ngimbang, dua unit dari Tuban, dua unit water supply BPBD, serta masing-masing satu unit dari Babat, Paciran, Bojonegoro, dan Yon TP.
“Setelah perjuangan keras melawan api, kebakaran akhirnya dinyatakan padam total dan kondisi dipastikan kondusif pada Senin (13/7/2026) dini hari pukul 04.30 WIB,” pungkas Ragil.
Keberhasilan lokalisir api ini tercapai berkat sinergi dan dukungan penuh dari Yon TP TNI KJM Ngimbang, Polres Lamongan, Polsek Babat, Pol PP Kecamatan Babat, Koramil Babat, dan Satpol PP Kabupaten Lamongan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

