
Mojokerto, Pojok Kiri – Tidak ada lagi cerita anak bolos sekolah tanpa ketahuan. Mulai tahun ajaran 2026, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum. memastikan setiap siswa di Kabupaten Mojokerto yang masuk atau pulang sekolah akan langsung terekam dan laporannya masuk ke WhatsApp orang tua.
Pernyataan itu disampaikan Al Barra saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Ramah 2026 di SMP Negeri 1 Sooko, Senin (13/7/2026).
“Kalau hari itu tidak mendapatkan laporan berarti anaknya ndak sekolah,” ujar Al Barra di hadapan awak media.
*Absensi Pakai Wajah, Laporan Masuk ke WA Ortu 0, sekian Detik*
Inovasi yang digagas Pemkab Mojokerto ini menggunakan sistem absensi digital berbasis pengenalan wajah. Siswa cukup berdiri di depan alat, maka data kehadirannya langsung terekam.
“Kecepatannya 0, sekian detik, cepet pokoknya. Jadi tidak terjadi antrian,” jelas Al Barra.
Begitu siswa discan, sistem otomatis mengirim notifikasi ke nomor WhatsApp orang tua. Isinya lengkap: nama anak, tanggal, jam masuk, dan nama sekolah.
“Ketika sudah di-scanning laporannya masuk ke WA orang tua. Anda sudah masuk ya masuk sekolah sekian, sekian, sekian, tanggal sekian, sekian, jam sekian di SMP,” terangnya.
Menurut Bupati, sistem ini sekaligus menjawab keresahan orang tua zaman dulu.
“Bagus menurut saya ya. Jadi kalau dulu kita sekolah itu bolos ngerti begitu dapat laporan dari sekolah anak panjenengan bolos tiga hari. Nah dari tiga hari dipanggil. Sekarang enggak. Sudah. Jadi orang tua sudah tahu. Sudah ini masuk apa enggak sudah tahu. Pulang juga. Langsung pulang juga. Anak ini sudah pulang apa belum. Sudah ada WA-nya,” katanya.
*Cek Kesehatan Gratis dan Solusi untuk Ortu Tanpa HP*
Selain absensi digital, dalam kegiatan MPLS 2026 ini Pemkab juga menggulirkan program cek kesehatan gratis untuk siswa.
“Terus yang kedua juga kita melakukan cek kesehatan gratis,” ujar Al Barra singkat.
Untuk tahap awal, program absensi digital ini menyasar siswa SMP se-Kabupaten Mojokerto. Saat ditanya apakah SD juga akan ikut, Al Barra menjawab, “Masih SMP.”
Ia menyebut Pemkab masih menghitung kebutuhan anggaran dan jumlah perangkat yang harus disiapkan untuk seluruh sekolah.
Dengan sistem ini, Al Barra berharap komunikasi antara sekolah dan rumah menjadi lebih cepat. Orang tua tidak perlu menunggu berhari-hari untuk tahu anaknya masuk sekolah atau tidak. Cukup buka WA, semua informasi sudah ada di genggaman. (Mar/Adv)

