Pojokkiri.com

Cetak Rekor 5 Tahun Terakhir, Pemkab Sampang Buktikan Ketangguhan Kelola Anggaran di RPJMD 2025

Pojokkiri.com, – SAMPANG – Dibawah Kepemimpinan Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi dan Wakilnya H. Akhmad Mahfudz, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang membuktikan ketangguhannya dalam mengelola anggaran daerah. Hal ini buktikan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sampang Tahun 2025 tetap berhasil dipenuhi secara optimal.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Sampang, Umi Hanik Laila, Salah satu kunci sukses tercapainya target RPJMD 2025, sebagai motor penggerak utama dalam merumuskan, menerjemahkan, mengoordinasikan, serta memantau pencapaian target RPJMD 2025.

Ketua Media Center Sampang (MCS) Fathor Rahman menilai, diantara kunci sukses tercapainya target RPJMD 2025, tidak lepas peran Bappelitbangda (Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah) sebagai motor penggerak utama dalam merumuskan, menerjemahkan, mengoordinasikan, serta memantau pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar selaras dengan visi kepala daerah selama lima tahun.

Tentunya, keberhasilan ini berfokus pada dua pilar utama pembangunan: peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengentasan kemiskinan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappedalitbang Kabupaten Sampang, Umi Hanik Laila, melalui Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Pembangunan Daerah, Reza Bayu Julianto, pada Senin (27/7/2026).

Indikator Pembangunan Capaian 2024 dan Realisasi 2025 berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 66,72% naik menjadi 67,23%, Mendekati target 67,35

Usia Harapan Hidup (UHH) dari usia 73,66 tahun menjadi usia lanjut diatas 73,89 tahunNaik 0,23% seiring membaiknya layanan kesehatan & RSUD Moh. Zyn

Pertumbuhan Ekonomi dari 1,71% tahun 2024, meroket di tahun 2025 menjadi 3,45%, dimana Rekor tertinggi dalam 5 tahun terakhir (melampaui target 2,56%).

Angka Kemiskinan dari 20,83% (214.320 jiwa) menurun menjadi 20,61% (213.980 jiwa), dimana juga Memenuhi target RPJMD 2025

Sementara Pengeluaran Per Kapita Rp9.782.000 menjadi Rp10.030.000, dimana diantarnya dipengaruhi daya beli masyarakat yang meningkat.

Salah satu capaian paling membanggakan terlihat pada sektor pertumbuhan ekonomi. Setelah sempat terperosok di angka 1,71% pada tahun 2024, laju ekonomi Kabupaten Sampang pada 2025 meroket tajam hingga mencapai 3,45%.

Angka ini jauh melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 2,56%. Lebih dari itu, pencapaian ini tercatat sebagai pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sampang dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2021: 0,29%; 2022: 2,31%; 2023: 2,56%; 2024: 1,71%).

“Meskipun masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional (5,04%) dan Jawa Timur (5,22%), capaian 3,45% ini adalah performa terbaik daerah kita selama setengah dekade terakhir,” puji Reza.

Dengan nada semangat, Reza mengakui Pendidikan masih jadi tantangan, namun target Kemiskinan 2026 Dipasang Lebih Agresif, paparnya.

Reza Bayu Julianto, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (Rendalev) Pembangunan Daerah Bappelitbangda Kabupaten Sampang, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berpuas diri hasil RPJMD 2025, Melainkan menjadi motivasi lebih baik lagi di tahun 2026.

Meskipun Indeks Pendidikan mengalami kenaikan tipis (0,01%), Reza mengakui masih menghadapi tantangan serius di sektor ini. Rata-rata pendidikan masyarakat mayoritas hanya mengenyam tingkat Sekolah Dasar (SD) dan belum memenuhi Wajib Belajar 9 hingga 12 tahun (SLTP/SMA). Menurutnya, Faktor lansia tanpa ijazah formal juga turut menahan laju kenaikan indeks secara signifikan.

Di sisi pengentasan kemiskinan, meski trennya terus menurun ke angka 20,61%, Reza menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berpuas diri. Pasalnya, Sampang masih berada di peringkat ketiga terbawah dalam peta kemiskinan di Jawa Timur.

“Hasil ini menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja lebih keras bersama seluruh sektor terkait. Untuk tahun 2026, kami memasang target pengentasan kemiskinan yang lebih agresif, yaitu turun hingga 19,86%,” tegas Reza optimis.(Man/F-R)