Pojokkiri.com

Dari Luka Menjadi Cahaya: Kisah Inspiratif Sherly Chebing Bangkit dari Kekerasan Rumah Tangga

Senyum Sherly Chebing

Surabaya Pojokkiri.com – Senyum Sherly Chebing hari ini mungkin tampak menenangkan, namun di balik itu tersimpan kisah panjang penuh luka. Selama bertahun-tahun, ia bersama kedua anaknya hidup dalam bayang-bayang kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh suami yang menurutnya mengidap Narcissistic Personality Disorder (NPD).

Kekerasan itu tak hanya meninggalkan memar di tubuh, melainkan juga goresan mendalam di hati dan batin. Sherly hidup dalam lingkaran manipulasi, kontrol, dan trauma yang membuatnya merasa tak berdaya.

“Seringkali, korban kekerasan seperti saya merasa bersalah, malu, dan takut untuk meminta pertolongan. Mereka tak jarang menyembunyikan luka-luka mereka, baik fisik maupun batin, dari dunia luar,” ujar Sherly, Senin (18/8) sore.

Namun, titik balik hadir ketika Sherly sadar bahwa ia tidak bisa terus terjebak dalam rantai penderitaan. Demi anak-anak dan dirinya sendiri, ia memberanikan diri keluar dari hubungan beracun tersebut. Langkah itu bukan hanya penyelamatan, tetapi juga awal dari perjalanan baru menuju kebebasan.

Setelah berhasil keluar dari jerat kekerasan, Sherly memulai proses pemulihan panjang. Ia kembali menekuni hobi lamanya: menari.

“Salah satu cara untuk menyembuhkan luka batin adalah dengan kembali menekuni hobi lama yaitu dansa (menari),” terang Sherly.

Bagi Sherly, dansa bukan sekadar gerakan tubuh, melainkan terapi jiwa. Setiap alunan musik dan gerakan menjadi media untuk melepaskan beban emosional yang ia simpan bertahun-tahun. Menari membantunya menemukan kembali kebebasan, kepercayaan diri, serta kebahagiaan yang sempat hilang.

Kini, Sherly kerap tampil dalam berbagai acara dansa. Ia hadir bukan lagi sebagai korban, melainkan sosok pejuang yang berani menunjukkan bahwa luka dapat disembuhkan dan trauma bisa diubah menjadi kekuatan.

Perjuangan Sherly tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia kini aktif di berbagai bidang, mulai dari dunia usaha hingga politik. Sebagai agen resmi HALEVIT, produk minuman kesehatan untuk wilayah Surabaya, Sherly berkomitmen menjalani gaya hidup sehat baik secara fisik maupun mental.

Di ranah politik, Sherly bergabung dengan Partai Perindo. Lewat jalur ini, ia ingin memiliki platform lebih luas untuk menyuarakan isu-isu penting, terutama perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan rumah tangga.

Suara Sherly semakin menggema ketika ia diundang mengisi podcast “Way Out” di MNC Channel. Dengan penuh ketulusan, ia membuka kembali kisah pahitnya demi memberi harapan kepada para korban lain. Pesannya sederhana namun kuat: “Kita semua berhak bahagia.”

Kini, Sherly Chebing bukan hanya seorang ibu yang berhasil selamat dari lingkaran kekerasan, tetapi juga inspirasi bagi ribuan wanita yang masih terjebak dalam situasi serupa. Melalui perannya sebagai penari, pebisnis, aktivis, dan influencer, ia membuktikan bahwa luka bisa menjadi cahaya (Sam).

Berita Terkait

Ning Lia Cahaya Keteguhan Iman: Kisah Haru Syailendra Haikal, Santri Selamat Tragedi Ponpes Al-Khoziny

Jeritan Istri di Teras Rumah: Polisi Tangkap Suami Pelaku Kekerasan yang Viral di Sambikerep