Pojokkiri.com

Dekadensi Moral Jadi Penyebab Tingginya Perceraian di Banyuwangi


Surabaya, Pojokkiri.com.-
Anggota DPRD Jawa Timur Makmullah Harun mengatakan, angka perceraian tinggi di Banyuwangi bukanlah hal baru di wilayah tersebut.

Politisi PKB ini mengatakan, ada beberapa masalah yang menjadi penyebab tingginya perceraian di wilayah tersebut, di antaranya faktor ekonomi. ” Bisa jadi salah satu pasangannya bekerja di luar kota bahkan di luar negeri, ” ujarnya, Senin (18/11/2024).

Menurutnya, selain itu, degradasi moral juga menjadi pemicug tingginya berceraian di Banyuwangi. “Sekarang ini di Banyuwangi perselingkuhan sudah tidak malu lagi. Bahkan perselingkuhan terjadi dengan tetangga terdekat. Hal ini sudah menjadi hal yang biasa di sana,” ujarnya.

Penyebab perceraian tersebut, sambungnya, tidak hanya terjadi dikalangan umum saja, melainkan di kalangan yang berpendidikan juga terjadi di Banyuwangi. “Di perkantoran juga banyak terjadi,” jelasnya.

Kasus perceraian di Kabupaten Banyuwangi selama 2023 mendekati 5000 Kasus. Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi, Jawa Timur mencatat kasus perceraian di Bumi Blambangan hingga akhir tahun 2023 hampir mendekati angka 5000 kasus. Angka ini termasuk rekor tertinggi.

Dari ribuan kasus perceraian tersebut, paling banyak pasangan dari Kecamatan Muncar. Faktor ekonomi kerap menjadi pemicu terjadinya perceraian. Angka tersebut nyaris menyusul tingginya kasus perceraian tahun 2022 lalu. Sepanjang tahun 2022, sebanyak 5.663 orang bercerai.(wan)