
Surabaya, Pojokkiri.com – Pelarian Laurens Lekatompessy alias Pace, terduga pelaku pembacokan terhadap dua petugas valet tempat hiburan Ambyar Surabaya, berakhir. Setelah sekitar dua pekan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), pria 24 tahun itu akhirnya menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya.
Laurens datang dan menyerahkan diri kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya pada Minggu (9/8/2026) malam. Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap warga Latulahat, Nusaniwe, Kota Ambon tersebut.
Kanitresmob Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP I Made Sutanaya melalui Kasi Humas AKP Hadi Ismanto membenarkan penyerahan diri Laurens. Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung.
“Iya, hari Minggu malam bersama keluarga. Saat ini masih pemeriksaan,” kata AKP Hadi, Selasa (11/8/2026).
Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya menetapkan Laurens sebagai DPO terkait kasus pembacokan terhadap Feri (25) dan Didik (28), dua petugas valet di tempat hiburan.
Identitas Laurens kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya kepolisian mempercepat penangkapan pelaku.
Berdasarkan informasi yang beredar, Laurens memiliki ciri fisik tinggi sekitar 165-170 sentimeter, tubuh sedang, rambut pendek ikal berwarna hitam, serta kulit sawo matang.
Penetapan Laurens sebagai DPO dilakukan setelah penyidik mengantongi identitas dan ciri-ciri pelaku dalam kasus tersebut.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan sebelumnya telah memerintahkan Kasatreskrim AKBP David Manurung untuk bergerak cepat memburu pelaku.
Perintah tersebut disampaikan setelah kasus pembacokan terhadap dua petugas valet itu menjadi perhatian. Polisi diminta segera menemukan keberadaan pelaku, menangkap, serta memprosesnya sesuai ketentuan hukum.
“Pelaku pembacokan sampai dengan saat ini belum tertangkap. Saya perintahkan kepada Kasat Serse segera lakukan langkah-langkah. Cari, tangkap, dan proses,” ujar Luthfie dalam unggahan akun Instagram @luthfie.daily yang dilihat pada Rabu (5/8/2026).
Luthfie juga meminta Laurens menyerahkan diri karena polisi telah mengetahui identitas serta ciri-ciri yang bersangkutan.
Menurutnya, polisi akan terus melakukan pencarian apabila pelaku tidak segera menyerahkan diri.
“Berikan ultimatum kepada yang bersangkutan, agar segera menyerahkan diri. Kita akan terus cari sampai di manapun. Kita sudah tahu identitasnya, ciri-cirinya. Lebih baik menyerahkan diri,” tegasnya.
Dengan penyerahan diri tersebut, penyidik kini memiliki kesempatan untuk mendalami secara menyeluruh keterlibatan Laurens dalam kasus pembacokan terhadap Feri dan Didik (sul)

