
Surabaya, Pojok Kiri.Com,-Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian.
Dalam KKN, mahasiswa berperan aktif membantu masyarakat dengan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi sesuai dengan bidang keilmuan yang dipelajari dalam perkuliahan. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitar.
Salah satu kegiatan KKN yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah pemberdayaan ibu-ibu KSH melalui budidaya cacing Eisenia foetida untuk pembuatan Vermicomposting sebagai pengolahan sampah organik. Program ini dilaksanakan di Kampung Sukolilo Lor Baru, Surabaya, pada 13 Juli 2024.
Vermicomposting adalah proses pengomposan dengan memanfaatkan cacing Eisenia foetida untuk menguraikan sampah organik menjadi humus yang kaya nutrisi. Pupuk alami ini berguna untuk meningkatkan kesuburan dan struktur tanah, serta kemampuan tanah dalam menyimpan air.
Selain Vermicomposting, mahasiswa Teknik Kimia Industri juga mengenalkan metode pengolahan sampah plastik melalui Ecobrick. Ecobrick adalah metode daur ulang dengan mengisi botol plastik bekas dengan sampah plastik non-biodegradable, yang kemudian bisa dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan seperti kursi.
Program ini diharapkan dapat memberdayakan ibu-ibu KSH di Kampung Sukolilo Lor Baru untuk mengatasi masalah sampah sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga. “Kami berharap ilmu yang kami sampaikan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan dapat dikembangkan untuk mendukung perekonomian keluarga,” ungkap Rani, salah satu anggota Tim KKN Tematik ITS.
Pelaksanaan KKN dimulai dengan survei masalah dan kondisi lingkungan di lokasi sasaran. Setelah itu, mahasiswa Teknik Kimia Industri ITS mengadakan sosialisasi mengenai vermicomposting dan ecobrick, disertai praktik langsung bersama ibu-ibu KSH. Tim KKN juga melakukan monitoring dan pendampingan selama delapan kali pertemuan dalam kurun waktu dua bulan.
Setelah dua bulan, hasil vermicomposting siap dipanen dan digunakan untuk penanaman. Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, tim KKN juga menyediakan x-banner dan buku panduan mengenai Vermicomposting dan Ecobrick untuk masyarakat.(Gat/*)

