
Surabaya Pojokkiri.com – MTsN 3 Kota Surabaya kembali menunjukkan peran pentingnya sebagai madrasah pelopor moderasi beragama dengan menghadirkan aksi nyata untuk masyarakat. Bekerja sama dengan Yayasan Sosial Moral Sejati Surya Gemilang Ming Ya Shan Ge, madrasah ini menyalurkan 100 alat bantu dengar bagi pelajar dan masyarakat prasejahtera.
Kepala MTsN 3 Surabaya, Dra. Asmiati, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus bukti nyata kolaborasi lintas batas.
“Tujuan pemberian bantuan alat dengar ini yang pertama kita membantu masyarakat, karena anggarannya besar kami memang menggandeng atau kerjasama dengan lembaga sosial baik itu dari dalam maupun dari luar negeri. Kebetulan ada lembaga sosial yang memang mau kerjasama,” tutur Asmiati, pada Selasa (9/9).
Asmiati menyebut sesuai dengan programnya madrasah apalagi MTsN 3 itu kan ditunjuk sebagai madrasah pelopor moderasi beragama. Ini cocok sekali diterapkan di madrasah kami, kerjasama lintas etnis, lintas agama, lintas negara juga, karena yang memberi bantuan ada yang dari Amerika dan dari Taiwan.
Sebelumnya, program serupa telah menghadirkan bantuan kacamata. Kali ini, giliran alat bantu dengar dengan jumlah total 100 unit yang dibagikan dalam dua hari, masing-masing 50 unit per hari. Prioritas utama penerima bantuan adalah para pelajar, namun masyarakat prasejahtera dengan usia maksimal 55 tahun juga mendapat kesempatan.
“Karena kebutuhan sangat banyak, bahkan se-Jawa Timur, maka bantuan ini dibatasi hanya 100 unit. Harapannya bisa bermanfaat bagi anak sekolah maupun masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tambah Asmiati.

Salah satu orang tua penerima bantuan Beta mama Kanza menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada MTsN Surabaya yang telah membantu anak saya memberikan bantuan alat pendengaran. Anak saya bisa mendengar jelas lagi,” ujarnya penuh haru.
Ia juga berharap, dengan adanya alat bantu dengar, anaknya dapat lebih mudah berkomunikasi, baik dengan keluarga maupun teman-temannya.
“Harapan kami dengan diberikan alat pendengaran bisa lebih jelas, biar berkomunikasi dengan orang tua terutama teman-temannya bisa lancar,” tambahnya.
Program sosial ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan. Kehadiran alat bantu dengar bukan sekadar perangkat medis, melainkan lentera harapan bagi pelajar dan masyarakat prasejahtera agar bisa menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri dan setara (sul)

