Pojokkiri.com

Luka di Balik Seragam: Polda Jatim Dalami Motif Bripka Agus Habisi Nyawa Adik Iparnya

Polda Jatim mendalami motif pembunuhan mahasiswi UMM oleh oknum anggota Polsek Krucil

Surabaya Pojokkiri.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur hingga kini masih terus mengurai benang kusut motif pembunuhan tragis yang menewaskan Faradila Amalia Najwa.

Korban merupakan mahasiswi aktif Universitas Muhammadiyah Malang yang diduga dihabisi oleh kakak iparnya sendiri, Bripka Agus Saleman, anggota Polsek Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Peristiwa memilukan ini menyita perhatian publik karena pelaku merupakan aparat kepolisian yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat. Hingga Minggu 22 Desember, penyelidikan masih berfokus pada pendalaman motif yang melatarbelakangi tindakan nekat tersebut.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan bahwa dari keterangan awal, tersangka diduga menyimpan rasa sakit hati terhadap perilaku korban. Selain itu, penyidik juga menemukan indikasi adanya keinginan pelaku untuk menguasai barang-barang milik korban.

Menurut Jumhur, rangkaian pemeriksaan masih menemui kendala karena adanya perbedaan keterangan antara Bripka Agus dengan tersangka lain bernama Suyitno. Ketidaksamaan cerita inilah yang membuat penyidik harus lebih cermat menyusun konstruksi perkara agar motif sebenarnya dapat terungkap secara utuh dan akurat.

Ia menegaskan bahwa konfrontasi kembali terhadap kedua tersangka dilakukan guna memastikan setiap detail keterangan benar-benar selaras dengan fakta di lapangan. Aparat kepolisian juga berencana kembali mendatangi sejumlah lokasi penting di wilayah Probolinggo dan Pasuruan untuk mencocokkan alur kejadian.

Tak hanya fokus pada tempat kejadian perkara, penyidik juga mendalami kehidupan korban semasa hidup. Lokasi indekos Faradila di Malang turut diperiksa, termasuk meminta keterangan pemilik kos dan rekan-rekan kuliah korban. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Jumhur menekankan bahwa penyelidikan belum berhenti dan akan terus dikembangkan hingga motif pembunuhan dapat dipastikan secara terang benderang dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga korban mendatangi Gedung Ditreskrimum Polda Jatim untuk pemeriksaan lanjutan. Agus Subianto, paman korban, menyampaikan harapan agar pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya atas perbuatan yang telah merenggut nyawa keponakannya.

Ia menegaskan bahwa keluarga menaruh kepercayaan penuh pada penegakan hukum dan berharap keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu, terlebih pelaku berasal dari institusi penegak hukum.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di sebuah parit di Desa Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa pagi 16 Desember. Korban ditemukan dalam kondisi mengenakan pakaian lengkap dan masih memakai helm, menambah misteri di balik kematiannya.

Belakangan diketahui, korban adalah Faradila Amalia Najwa, 21 tahun, warga Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hitam dan celana panjang berwarna krem. Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses otopsi.

Gerak cepat kepolisian membuahkan hasil. Kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap, Bripka Agus Saleman berhasil diamankan. Polisi juga menahan Suyitno, sosok yang diduga turut terlibat dan selama ini dikenal dekat dengan pelaku utama.

Kasus ini menjadi sorotan serius sekaligus pengingat bahwa hukum harus berdiri tegas, bahkan ketika pelanggaran dilakukan oleh mereka yang seharusnya menjadi teladan (sul)

Berita Terkait

Kapolrestabes Surabaya Instruksi Perangi Curanmor, Tindak Tegas Terukur Diterapkan!

sukoto pojokkiri.com

Polda Jatim Berhasil Turunkan Angka Kriminalitas dan Kecelakaan Lalulintas

Polda Jatim Pantau Arus Mudik Lebaran Melalui Aplikasi Mahameru Quick Response