
Surabaya, Pojokkiri.com.-
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Deni Prasetyo berharap pemerintah memperhatikan nasib petani di Jember dan Lumajang yang hingga saat ini masalah subsidi pupuk masih terjadi dan belum merata keberadaannya.
“Sebenarnya petani ini mampu untuk membeli pupuk, hanya kadang ketersediaannya masih kurang. Sebenarnya kami mampu membeli yang tidak subsidi pun mampu, cuma barangnya tidak ada,” ujar politisi NasDem ini, Selasa (5/11/2024).
Dirinya berharap pemerintah, khususnya kementerian terkait mempunyai komitmen untuk membantu petani. Terlebih visi misi Presiden terpilih Prabowo Subianto adalah melakukan swasembada pangan.
“Saya mendorong komitmen dari pemerintah untuk melakukan pemerataan distribusi pupuk. Tidak hanya itu, tetapi juga melakukan pemberantasan terhadap mafia pupuk,” tegasnya.
Periode pemerintahan Prabowo Subianto belum jalan sebulan, tetapi petani sudah mengeluhkan distribusi pupuk. Keluhan itu berupa tidak meratanya distribusi pupuk itu terjadi di beberapa wilayah Jawa Timur, yakni di Jember dan Lumajang.
Masalah tidak meratanya distribusi pupuk masih terus berulang hampir setiap tahunnya. Laporan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2017 mengungkap terkait potensi manipulasi penerimaan pupuk subsidi. Selain itu, ada juga temuan dan saran Ombudsman RI pada awal 2023 perihal potensi maladministrasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi.
Sedangkan alokasi pupuk bersubsidi untuk Jawa Timur pada tahun 2024 adalah: Pupuk urea 981.730 ton, NPK 832.370 ton, NPK formula khusus 986 ton, Pupuk organik 104.988 ton. Untuk menjamin kelancaran penyaluran pupuk subsidi, Pupuk Indonesia telah menyiapkan: 188 distributor, 67 Gudang Lini III (kabupaten/kota), 5.905 kios atau pengecer, 64 petugas lapangan.
Petani dapat membeli pupuk subsidi dengan menggunakan kartu tani di mesin EDC di kios. Petani juga dapat menggunakan aplikasi iPubers untuk menebus pupuk subsidi di semua kios. (wan)

