Pojokkiri.com

PANEN CABAI OFF SEASON GEGERKAN KEDIRI! BI PIMPIN REVOLUSI HIJAU CEGAH INFLASI PANGAN

Kediri, Pojok Kiri.com.–
Gebrakan luar biasa datang dari jantung pertanian Kediri! Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kediri sukses menggemparkan dunia pertanian lokal lewat Program Pelatihan Cabai Off Season Ramah Lingkungan, sebuah terobosan yang menyentuh langsung akar persoalan inflasi pangan — dari hulu hingga hilir.

Tak lagi sekadar mengatur harga di pasar, BI Kediri kini turun ke sawah, memimpin revolusi hijau dengan mengintegrasikan teknologi pertanian modern, adaptasi iklim, dan pendampingan intensif bagi petani. Program ini dilaksanakan di Dusun Kambingan, Desa Kambingan, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dan menjadi bagian penting dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

“Fluktuasi harga cabai yang kerap melonjak saat off season disebabkan oleh menurunnya pasokan. Karena itu, kami hadir untuk memastikan petani bisa tetap berproduksi secara berkelanjutan, adaptif terhadap iklim, dan efisien secara biaya,” tegas Kepala BI Kediri, Yayat Cadarajat, dengan penuh semangat.

Program ini menggandeng Balai POPT Wilayah Kediri, Yayasan Ansa Semarang, serta BMKG Dhoho Kediri sebagai mitra ahli. Lewat pelatihan ini, petani diajarkan teknik budidaya cabai di luar musim tanam menggunakan pendekatan pertanian ramah lingkungan—mengurangi pupuk kimia, memperkuat peran bahan organik, dan memanfaatkan informasi cuaca secara cerdas.

Tak tanggung-tanggung, BI Kediri juga menghadirkan demplot (demonstration plot) sebagai laboratorium hidup bagi para petani. Di sana, mereka mempraktikkan langsung teknik peningkatan kesuburan tanah, efisiensi air, hingga penyesuaian pola tanam berdasarkan prakiraan cuaca BMKG.

Semangat para petani pun akhirnya berbuah manis. Pada 5 November 2025, digelar Panen Raya Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan SLPHT Cabai Off Season di Kabupaten Kediri. Acara megah ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI, yakni Mutiara Sari, S.T.P., Ph.D. dan Wita Khairia, S.P., M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi atas sinergi luar biasa lintas sektor tersebut.

“Ini bukan sekadar panen cabai, ini adalah panen semangat dan kolaborasi untuk menjaga stabilitas pangan Indonesia,” ungkap Mutiara Sari dalam sambutannya.

Hasil nyata program ini menunjukkan bagaimana pendekatan end-to-end mampu menekan risiko inflasi dengan memperkuat produktivitas dari sisi hulu. Stabilitas harga, peningkatan pendapatan petani, dan ketahanan pangan jangka panjang menjadi tiga pilar utama yang kini dikokohkan BI Kediri.

Tak berhenti di sini, BI Kediri berkomitmen memperluas pelatihan serupa ke berbagai daerah di Jawa Timur. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam perjalanan Indonesia menuju pertanian tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

“Kita bukan hanya menanam cabai, tapi menanam harapan bagi masa depan pangan Indonesia,” tutup Yayat dengan penuh optimisme. (wan)