Pojokkiri.com

Penjaga Warkop Pasar Burung Berpakaian Seronok

Pelayanan warung kopi di Pasar Burung Lamongan yang berpenampilan seksi.(Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Warga Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Kota Lamongan, mengaku resah atas keberadaan warung kopi di lahan bekas Terminal Lama, yang sekarang dibangun menjadi tempat jual beli unggas, atau dikenal sebagai Pasar Burung Lamongan itu.

Pasalnya warung itu diduga selain sebagai tempat jualan kopi, tempat tersebut juga dijadikan tempat mesum alias bergendak ria antara pelayan warung dan pengunjung warung kopi.

Melihat kondisi tempatnya, lanjut warga, disinyalir tempat itu sebagai tempat hiburan malam, juga terindikasi jadi lokasi mesum dan tempat minum-minuman keras oleh para pengunjungnya.

“Kalau malam di lokasi ini banyak dikunjungi masyarakat yang ingin menikmati hiburan. Bahkan kalau siang hari juga banyak orang yang datang,”jelas warga Sukorejo yang mengaku bernama Tisak kepada Pojok Kiri beberapa waktu lalu.

Dengan adanya hal itu, ia mengaku sudah mendapat banyak laporan keluhan masyarakat yang disampaikan kepadanya. “Sudah ada empat warga yang melapor tetapi tidak menutup kemungkinan masyarakat setempat hendak melaporkan hal yang sama,”katanya.

Sementara itu, rata rata yang bekerja di warung kopi itu umurnya antara 18 hingga 25 tahun. Bahkan umurnya pun masih di bawah umur. Para pelayan warung kopi yang rata rata belia itu selalu berpakian seronok, hilir mudik di sekitar lokasi..

“Ini sangat menganggu pertumbuhan anak-anak disini. Mereka pakai kalau berpakian seronok banget sehingga banyak dikeluhkan warga disini. Saya berharap kepada intansi terkait untuk segera memanggil pemilik warung, dan setelah itu memberi arahan kesopanan tata cara berpakian kepada pelayan warung kopi Pasar Burung, ”ungkap Tisak.

Pantauan Pojok Kiri, kian klop saja Pasar Burung dimanfaatkan sebagai ajang berbuat hal hal tidak senonoh. Pasalnya, lampu penerangan di pasar burung itu sudah seminggu ini tidak berfungsi. Akibatnya membuat kondisi di pasar tersebut gelap gulita pada malam hari.

Solusinya, diantispasi dengan melakukan perbaikan pada lampu yang rusak (padam) di tiap 20 meter dengan kekuatan 150 watt dan lampu hemat energi 65 watt. Biar tidak ada lagi yang memanfaatkan lahan Pasar Burung untuk hal-hal yang dilarang oleh agama.(lut)Pelayanan warung kopi di Pasar Burung Lamongan yang berpenampilan seksi.(Zainul Lutfi)