
Surabaya, Pojokkiri.com – Di tengah derasnya arus globalisasi dan kompetisi internasional, kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia terus menjadi perhatian utama. Dalam pandangan Anggota DPD RI, Lia Istifhama, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar melalui generasi muda yang cerdas dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Namun demikian, potensi tersebut tidak akan berkembang optimal tanpa kehadiran negara yang berperan aktif dalam mengarahkan, membina, dan memfasilitasi peningkatan keterampilan generasi muda.
Menurut Lia Istifhama, saat melakukan dialog bersama komite nasional pemuda Indonesia (KNPI) di kantor DPD RI Jawa Timur saat ini memiliki semangat tinggi untuk berkompetisi di tingkat global. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keinginan kuat untuk berkembang dan beradaptasi.
Dalam keterangannya, Lia menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai fasilitator sekaligus pengarah.
“Indonesia memiliki SDM yang cerdas dan ingin mengikuti kompetisi global. Namun, peran negara tetap dibutuhkan, terutama dalam memaksimalkan kurasi peningkatan skill serta menentukan arah masa depan anak muda,” ujar Lia Istifhama, pada Selasa (31/03).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan SDM tidak cukup hanya mengandalkan individu, tetapi juga membutuhkan kebijakan yang terstruktur dan berkelanjutan dari pemerintah.
Di era digital saat ini, peluang untuk belajar dan berkembang terbuka luas. Namun, tanpa kurasi yang tepat, banyak generasi muda justru kehilangan arah dalam menentukan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Lia Istifhama menyoroti pentingnya peran negara dalam melakukan kurasi terhadap pengembangan skill, agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja global.
Selain peningkatan skill, penentuan arah karier juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak anak muda yang memiliki potensi besar, tetapi tidak memiliki panduan yang jelas untuk mengembangkan karier mereka.
Negara diharapkan mampu memberikan roadmap yang konkret, mulai dari pendidikan, pelatihan, hingga penempatan kerja yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Penguatan SDM tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan seperti KNPI, serta sektor swasta.
Dengan kolaborasi yang solid, proses peningkatan skill hingga penyaluran tenaga kerja dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Indonesia saat ini berada dalam fase bonus demografi, di mana jumlah usia produktif sangat dominan. Jika tidak dikelola dengan baik, peluang ini justru bisa menjadi beban.
Sebaliknya, jika dimaksimalkan melalui kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat global.
Lia Istifhama berharap agar negara dapat lebih fokus dalam menyusun strategi pengembangan SDM yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan global.
“Negara harus mampu memberikan arah yang jelas, sehingga generasi muda tidak hanya berkembang, tetapi juga memiliki tujuan yang pasti dalam menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi penegasan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi mudanya hari ini (sul)

