Pojokkiri.com

Polrestabes Surabaya Edukasi Siswa SMAN 1 tentang AI, Tekankan Penggunaan Aman dan Etis

Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Tim Trainer AI Polrestabes Surabaya memberikan edukasi penggunaan artificial intelligence kepada siswa SMAN 1 Surabaya

Surabaya Pojokkiri.com – Teknologi Artificial Intelligence (AI) semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Di tengah manfaatnya yang terus berkembang, kemampuan menggunakan AI secara bijak menjadi hal penting agar teknologi tersebut tidak justru menimbulkan persoalan baru.

Kesadaran itu menjadi perhatian Polrestabes Surabaya melalui Tim Trainer Pemahaman Artificial Intelligence (AI) yang menggelar sosialisasi pemahaman dan penggunaan AI kepada para siswa SMA Negeri 1 Surabaya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal literasi teknologi kepada generasi muda. Para siswa tidak hanya diperkenalkan dengan perkembangan AI, tetapi juga diajak memahami batasan, risiko, serta etika dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

Tim Trainer Pemahaman AI Polrestabes Surabaya yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri dari Ipda Hariyo Indarto, S.T., M.M., Ipda Alfan Alfian, S.H., M.M., Briptu Achmad Aprilianto Wardhana, S.Pd., Briptu Agastya Dwi Wijaya, S.H., dan Briptu Ramadeni Heri Prayogi.

Ipda Hariyo mengatakan dalam sosialisasi itu, siswa mendapatkan gambaran mengenai perkembangan kecerdasan buatan yang kini semakin banyak digunakan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan.

“AI dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran apabila digunakan secara tepat. Pelajar dapat memanfaatkannya untuk mencari referensi, memahami materi pelajaran, mengembangkan ide, hingga menunjang kreativitas,” tutur Ipda Hariyo, pada Kamis (13/8).

Namun, ungkap Ipda Hariyo kemudahan tersebut juga harus diiringi tanggung jawab. Penggunaan AI tidak semestinya dijadikan jalan pintas untuk melakukan kecurangan akademik atau mengabaikan proses belajar yang seharusnya dijalani siswa.

“Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana pelajar dapat menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir dan proses belajar,” katanya.

Selain membahas pemanfaatan AI, kata Ipda Hariyo sosialisasi juga menyoroti pentingnya literasi digital. Para siswa diajak lebih kritis ketika menerima informasi yang beredar melalui media sosial maupun berbagai platform digital.

“Perkembangan AI membuat pembuatan teks, gambar, suara, hingga video menjadi semakin mudah. Kondisi tersebut membawa manfaat besar, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan karena konten yang tampak meyakinkan belum tentu sesuai dengan fakta,” jelasnya.

Karena itu, siswa didorong untuk tidak terburu-buru mempercayai maupun membagikan informasi sebelum melakukan pemeriksaan dan memastikan kebenarannya.

Kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, manipulasi digital, maupun konten yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik.

Edukasi yang diberikan Polrestabes Surabaya tersebut diharapkan dapat membangun pola pikir pelajar agar lebih cermat dalam berinteraksi dengan teknologi.

AI pada dasarnya merupakan teknologi yang dapat memberikan banyak manfaat apabila digunakan sesuai kebutuhan dan tetap memperhatikan aspek keamanan, etika, serta tanggung jawab.

Para siswa diharapkan mampu memahami bahwa kecanggihan teknologi harus berjalan beriringan dengan kecakapan manusia dalam menggunakannya.

Program Pemahaman AI ini merupakan bagian dari kerja sama antara Polri dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sosialisasi di SMA Negeri 1 Surabaya menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pemahaman mengenai kecerdasan buatan kepada kalangan pelajar di Kota Surabaya.

Melalui kegiatan tersebut, Polrestabes Surabaya berharap para siswa dapat tumbuh sebagai generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memiliki kecakapan digital yang kuat.

Bukan sekadar mampu menggunakan AI, para pelajar juga diharapkan memahami kapan dan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara tepat, aman, kritis, etis, serta bertanggung jawab.

Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat, kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda agar dapat mengambil manfaat dari AI tanpa kehilangan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam menggunakan informasi (sul)

Berita Terkait

Klarifikasi Polrestabes Surabaya atas Tuduhan Mahar Rp120 Juta dalam Kasus Narkoba

Penjual Mi Ayam Sambikerep Main Judi Online Diamankan Polisi

FSPMI Apresiasi Pengamanan Humanis Polrestabes Surabaya pada May Day 2025