Pojokkiri.com

Refleksi Hardiknas 2026, Dispendik Sampang ‘Sentil’ Budaya Literasi Guru yang Masih Rendah

Pojokkiri.com, – SAMPANG – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Sampang melempar sebuah refleksi tajam yang menggugah dunia pendidikan setempat. Fokus utama bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah autokritik terhadap rendahnya budaya literasi di kalangan pendidik.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Sampang, M. Yusuf, S.Pd., mengungkapkan bahwa Hardiknas tahun ini harus menjadi momentum krusial untuk mengevaluasi efektivitas kurikulum Deep Learning yang dicanangkan Kementerian Pendidikan. Namun, Yusuf menekankan bahwa kurikulum secanggih apa pun tidak akan berdampak nyata jika motor penggeraknya, yakni guru, masih gagap terhadap tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Berdasarkan kajian internal Dispendik, sebuah angka mengejutkan muncul:

Bahkan M. Yusuf, mengatakan, tingkat kesadaran dan pemahaman pendidik terhadap tugasnya baru menyentuh angka 50 persen.

Hal yang paling disoroti Yusuf adalah minimnya minat baca di kalangan guru yang dianggap sebagai akar masalah terhambatnya mutu pendidikan. Ia menyebutkan bahwa kebiasaan membaca belum menjadi budaya di lingkungan pengajar.

“Bukan hanya siswa yang rendah minat bacanya, tapi gurunya juga,” ujar Yusuf dengan nada lugas. “Bisa diuji nanti ke sekolah-sekolah, berapa buku yang dibaca guru setiap bulannya? Mayoritas belum memiliki kebiasaan itu” ungkapnya.

Menyikapi fenomena ini, Dispendik Sampang menegaskan bahwa strategi peningkatan kapasitas guru ke depan tidak boleh lagi hanya berkutat pada materi teknis pembelajaran. Perlu ada pendekatan pada aspek psikologis untuk membangkitkan kesadaran literasi secara mandiri.

Pihak dinas berharap momentum Hardiknas 2026 menjadi titik balik bagi para pendidik di Sampang untuk mulai membuka buku kembali. Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya berkualitas secara administrasi, tetapi juga adaptif dan kaya wawasan dalam menghadapi perkembangan zaman.(Man/FR)