Pojokkiri.com

Tuduhan Hoaks Bakso Tikus Ronggolawe Surabaya, Pengunggah Video Mengkeret Meminta Maaf

Tuduhan Hoaks Bakso Tikus Ronggolawe Surabaya, Pengunggah Video Menggeret Meminta Maaf
Tuduhan Hoaks Bakso Tikus Ronggolawe Surabaya, Pengunggah Video Menggeret Meminta Maaf (foto:samsul). 

Surabaya, Pojokkiri.com – Salah satu akun video TikTok bernama @juragankartunlama yang mengklaim bahwa bakso Ronggolawe di Jalan Bulak Banteng Surabaya menggunakan daging tikus telah meminta maaf.

Video tersebut diunggah oleh seorang diketahui bernama Derry (27), warga Sidotopo Surabaya, video tersebut sempat menjadi viral dan menimbulkan keresahan masyarakat Kota Surabaya.

Kasi Humas Polres Tanjung Perak Iptu Suroto menyatakan, peristiwa ini bermula pada Sabtu, 13 Juli 2024, sekitar pukul 10.00 WIB, ketika Derry memperoleh video dari media sosial WhatsApp kemudian mereka menang upload.

“Dalam unggahan tersebut, Derry menyorot ke arah daging tetelan bakso dan menambahkan teks yang menyatakan bahwa bakso tersebut menggunakan tetelan daging tikus,” ungkap Iptu Suroto.

Suroto mengatakan dalam video tersebut diunggah dengan caption yang menyebutkan. “Sempat diisukan pakai tetelan tetelan daging tikus dengan suara asli Derry dengan menyebut, hari ini saya makan bakso ronggolawe sekali gigit nemu bulu tikus (mencengangkan)”.

Derry kemudian menyebarkan video itu melalui akun TikToknya, @juragankartunlama, yang dikenal sebagai salah satu pengguna Tik Tok populer.

Tak lama setelah video tersebut diunggah, banyak pihak yang mempercayai informasi itu dan video tersebut pun menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Pihak warung bakso Ronggolawe yang merasa dirugikan oleh video tersebut akhirnya segera melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam laporan tersebut menyebut bahwa tindakan Derry dapat mencemarkan nama baik dan menyebabkan kerugian secara materiil pada masyarakat.

Polisi telah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk meminta keterangan dari saksi-saksi, melakukan koordinasi dengan ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, serta memeriksa berbagai barang bukti.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa klaim yang dibuat dalam video tersebut tidak benar dan diduga merupakan hoaks yang sengaja disebarkan oleh Derry karena kecewa setelah mendengar kabar tentang bakso tikus.

Suroto juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, karena tindakan tersebut dapat berakibat hukum dan merugikan banyak pihak (sam).