Pojokkiri.com

15 KECAMATAN DI LAMONGAN TERANCAM KEKERINGAN, BPBD PETAKAN WILAYAH KRITIS

 

Pemda Lamongan menggelontorkan bantuan air bersih di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Pemerintah Kabupaten Lamongan bergerak cepat mengatasi dampak musim kemarau dengan menyalurkan 25.000 liter air bersih kepada masyarakat di Dusun Walangkopo, Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/7).

Desa Kedungkumpul menjadi prioritas karena masuk dalam kategori wilayah kritis akibat keterbatasan sumber air, seperti waduk dan sumur. Kondisi ini membuat air di wilayah tersebut terbatas dan berbau, sehingga kurang layak untuk konsumsi sehari-hari.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Pak Yes), meninjau langsung proses distribusi tersebut. Ia menegaskan bahwa penyaluran air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini merupakan respons cepat darurat dan akan dilakukan berkelanjutan sesuai kebutuhan warga.

“Warga yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah desa atau kecamatan agar segera ditindaklanjuti oleh BPBD,” ujar Pak Yes.

Pada hari pertama, BPBD mengerahkan lima armada tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Selain air bersih, warga juga mendapatkan bantuan stimulan berupa terpal dan jeriken untuk mempermudah penyimpanan air.

Berdasarkan data pemetaan risiko bencana dari BPBD Kabupaten Lamongan, potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini mengancam 15 kecamatan yang tersebar di 89 desa dan 168 dusun.

Dari total wilayah terdampak tersebut, kondisi geografisnya terbagi menjadi dua status utama yaitu 45 Desa masuk kategori mengalami kelangkaan air, 44 Desa: berstatus kritis karena keterbatasan sumber air permukaan dan air tanah.

Solusi Jangka Panjang dan Infrastruktur
Mengingat krisis air bersih merupakan fenomena tahunan, Pemkab Lamongan telah menyiapkan dua strategi infrastruktur jangka panjang.

Revitalisasi dan Pengerukan Waduk: Pemkab akan segera melakukan survei dan pengerukan Waduk Desa Kedungkumpul yang memiliki luas sekitar 1,8 hektare. Hal ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung air saat musim hujan agar bisa diandalkan warga saat kemarau.

Distribusi air bersih berbasis perpipaan melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mojolagres yang saat ini sudah menjangkau Kecamatan Kembangbahu, ditargetkan akan terus diperluas hingga menyentuh wilayah Kecamatan Sarirejo.

Langkah mitigasi ini diharapkan mampu menjadi solusi permanen dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang aman dan layak bagi masyarakat Lamongan secara merata.(lut)

Editor: Zainul Lutfi