
Lamongan, Pojokkiri.com-Kuliner kaki lima dengan kualitas mewah selalu punya tempat tersendiri di hati para pencinta makanan. Salah satunya adalah lapak Nasi Goreng Pak Sai yang berlokasi tepat di depan Hotel Mahkota, Jalan Sunan Drajat, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan. Di kalangan pemburu kuliner lokal, hidangan ini tersohor dengan julukan “nasi goreng kaki lima rasa hotel bintang lima.”
Pemilik lapak legendaris ini adalah Pak Sai, seorang pria berusia 49 tahun asal Dusun Mojokerep, Desa Wonokromo, Kecamatan Tikung, Lamongan. Pria ramah ini tercatat sudah seperempat abad alias 25 tahun setia melayani pelanggannya di lokasi yang sama.
Saat ditemui oleh wartawan Pojok Kiri pada Selasa (28/7/2026) sore, Pak Sai mengenang kembali awal mula dirinya merintis usaha pada tahun 2001 silam. Saat itu, kawasan Jalan Sunan Drajat masih terhitung sepi dan belum ada pesaing sama sekali. Kondisi tersebut jauh berbeda dengan saat ini, di mana hampir setiap 20 meter terdapat penjual nasi goreng dan mi goreng.
“Awal merintis usaha nasi goreng dan mi goreng tahun 2001 dulu, saya jual cuma Rp 3.000 per porsi,” ujar Pak Sai di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.
Waktu terus berjalan dan inflasi tidak bisa dihindari. Namun, Pak Sai tetap menjaga agar harganya tetap membumi dan ramah di kantong masyarakat.
“Kini di tahun 2026, harga nasi goreng dan mi goreng saya jual Rp 13.000 per porsi,” tandasnya.
Ketika ditanya mengenai rahasia kelezatan masakan yang membuatnya bertahan puluhan tahun, Pak Sai tidak pelit berbagi cerita. Ia menjelaskan bahwa inti rasa gurih dari hidangannya berasal dari racikan bumbu sederhana namun pas, yaitu bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagai pelengkap kelezatan, ia menambahkan telur, suwiran ayam yang berlimpah ke dalam setiap porsi.
Bagi Anda yang penasaran ingin mencicipi kuliner legendaris ini, gerobak mi goreng dan nasi goreng Pak Sai mulai menggelar dagangannya sejak sore hari pukul 17.00 WIB hingga menjelang tengah malam pukul 24.00 WIB.(lut)
Editor: Zainul Lutfi

