
Surabaya Pojokkiri.com – Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyiapkan berbagai strategi menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) Tahun 2026.
Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah TKA Clinic, sebagai upaya meningkatkan capaian akademik siswa sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.
Program ini menyasar seluruh SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur, khususnya sekolah yang masih mencatatkan hasil TKA di bawah target.
Selain pendampingan intensif, Dindik Jatim juga akan memperkuat kompetensi guru, analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan TKA 2025. Hasil evaluasi menunjukkan masih perlunya penguatan pada kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
“Perbaikan difokuskan pada kompetensi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya Bahasa Indonesia dan literasi serta Matematika dan numerasi. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah meningkatkan kompetensi guru dan memperkuat faktor-faktor pendukung pembelajaran,” ujar Aries Agung Paewai, Jumat (31/7/2026).
Tak hanya menghadirkan TKA Clinic, Dindik Jatim juga mengembangkan Jatim Learning Digital Vault, sebuah platform pembelajaran digital yang menyediakan video pembelajaran, bank soal, serta modul interaktif yang dapat diakses oleh guru maupun siswa di seluruh Jawa Timur.
Menurut Aries, penguatan kualitas pendidikan juga dilakukan melalui replikasi praktik terbaik dari sekolah-sekolah berprestasi kepada sekolah yang masih membutuhkan pendampingan. Selain itu, digitalisasi pembelajaran akan diperkuat melalui pengembangan Learning Management System (LMS) tingkat provinsi.
Ia menegaskan bahwa peran guru menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga sebagai aktivator pembelajaran, pembangun budaya belajar, sekaligus kolaborator yang mampu memberikan umpan balik agar siswa berkembang menjadi pembelajar yang kritis dan mandiri.
“Kami juga terus melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi pembelajaran, agar kualitas proses belajar mengajar meningkat dan berdampak pada capaian TKA ke depan,” tambahnya.
Berdasarkan data Dindik Jatim, sebanyak 447.705 siswa dari 4.073 SMA, SMK, dan SLB di Jawa Timur akan mengikuti TKA 2026. Pendaftaran telah dibuka sejak 27 Juli hingga 27 September 2026, dilanjutkan simulasi pada 21–27 September, gladi bersih 5–18 Oktober, dan pelaksanaan utama TKA dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Melalui berbagai inovasi tersebut, Dindik Jawa Timur berharap kualitas pembelajaran semakin merata di seluruh daerah, sehingga capaian Tes Kompetensi Akademik 2026 meningkat sekaligus memperkuat daya saing generasi muda Jawa Timur di tingkat nasional (sul)

