
Situbondo, Pojok Kiri
Angkringan merupakan salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang khas dan memiliki nilai budaya tinggi dalam pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Angkringan jenis usaha kuliner tradisional yang akhir-akhir ini sangat populer dan kebanyakan dikelola oleh mereka kaum milineal atau Gen Z . Seperti angkringan populer di kota Santri Situbondo yaitu, “Angkringan Watu Lungguh ” kuliner nyaman dengan harga terjangkau. Usaha kuliner angkringan pertama kali muncul pada awal abad ke-20 di Yogyakarta. Kata “angkringan” diketahui berasal dari kata dalam bahasa jawa “angkring” yang berarti duduk santai atau nongkrong. Dengan duduk santai itu, sambil makan dan minum dan juga bisa sambil bercerita dengan teman, sahabat juga keluarga saat berada di luar rumah.
Angkringan Watu Lungguh itu, berada di dua tempat yakni di Jalan Cempaka dan Watu Lungguh Situbondo, Jawa Timur.
” Jalan Cempaka samping lampu merah timur jalan mas dan di Watu Lungguh, Kotakan, Kecamatan Situbondo/Kota berdekatan dengan SPBU itu di barat jalan mas, “ujar salah satu pelanggan Angkringan Watu Lungguh kepada Pojok Kiri. Jumat, (27/9/2024).
Angkringan yang dikelola oleh Rizki seorang pengusaha muda asli putra daerah Situbondo ini, laris manis karena masakannya selain enak di rasa, juga diolah dari tangan-tangan profesional ahli di bidang aneka makanan dan masakan utamanya jenis kuliner seperti jajanan dan nasi bakar.
“Iya aneka jajanan mas, juga ada nasi bakar yaa enak sekali mas makanan dan masakan di angkringan milik Rizki enak bikin ketagihan mas, ” katanya.
Tak hanya itu saja, pembeli atau pengunjung yang datang ke angkringan milik Rizki putra ke-3 Kang Herman Songot itu berdatangan dari dalam dan luar kota Situbondo.
“Pembeli nya atau pengunjung yang datang itu bukan hanya dari Situbondo mas, terkadang juga dari kota sebelah seperti bondowoso, ” ucapnya.
Sementara itu, Kang Herman orang tua dari Rizki Angkringan Watu Lungguh membenarkan usaha milik putranya itu. Bahkan, ia sangat senang karena putranya bisa memiliki usaha sendiri seperti UMKM yang digelutinya. Sebagai orang tua, ia juga mendoakan usaha anaknya itu lancar dan sukses selalu.(Inul).

