
Oleh: Zainul Lutfi, Wartawan Pojok Kiri Biro Pantura
Alvi Maulana (24), pria muda asal Labuhan Batu, Sumatera Utara, hidup sederhana sebagai seorang pengemudi ojek online di Surabaya. Ia menjalin hubungan asmara selama lima tahun dengan Tiara Angelina Saraswati (23), perempuan asal Lamongan yang kemudian ia nikahi secara siri.
Di mata dunia maya, mereka tampak sebagai pasangan harmonis—saling membagi senyum, saling mengumbar kasih sayang. Namun di balik layar, hubungan mereka menyimpan bara api yang perlahan membakar.
Permasalahan ekonomi, rasa tidak puas, dan emosi yang tak terkendali menjadi racun dalam rumah tangga mereka. Pertengkaran demi pertengkaran menumpuk, hingga pada suatu malam yang mencekam di awal September 2025, segalanya meledak.
Dalam amarah yang gelap, Alvi kehilangan kendali. Pisau di tangannya mengakhiri nyawa Tiara—dan dari sana, lahirlah tragedi mutilasi paling mengerikan yang pernah terjadi di Jawa Timur.
Potongan tubuh Tiara ditemukan berserakan di jurang Gunung Welirang, Mojokerto. Berita itu menggemparkan masyarakat, memunculkan horor sekaligus pertanyaan: bagaimana mungkin cinta yang bertahun-tahun tumbuh bisa berakhir sekejam ini?
Kini, Tiara hanya tinggal nama, sementara Alvi menghadapi ancaman hukuman mati di balik jeruji besi.
Sebuah kisah cinta beracun yang berubah menjadi kisah kriminal. Sebuah pengingat bahwa batas antara cinta dan bencana begitu tipis—dan ketika manusia dikuasai amarah, tragedi bisa lahir dalam sekejap.(*)

