
Surabaya, Pojokkiri.Com.-
Pemerintah mulai menyalurkan 360 ribu ton bantuan pangan beras sepanjang Juli 2025. Bantuan ini disalurkan beriringan dengan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Anggota komisi B DPRD Jawa Timur Wiwin Isnawati Sumrambah mengatakan, dengan adanya program tersebut semoga masyarakat bahagia dengan program ini dan keberlanjutannya “Tidak sekedar membagi beras tetapi solusi untuk mengentaskan kemiskinan harus dilakukan melalui program-program yang lain yang mendukung,” kata politisi PDI Perjuangan ini, Jumat (1/8/2025).
Menurutnya, pihaknya berharap beras yang dibagikan tepat sasaran dan mencukupi. Pemerintah juga sangat perlu berhati-hati dan ketat dalam proses ini. “Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dan masyarakat bisa menjadi bagian pengawasan dalam proses ini,” tutur wanita asal Jombang ini.
Menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk bisa melancarkan proses program ini. “Mari kita kawal bersama agar tepat sasaran,” jelasnya.
Diungkapkan olehnya, program tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk menjaga daya beli rakyat. “Mengurangi beban rumah tangga, dan memastikan akses terhadap bahan pangan pokok, terutama beras,” ujarnya.
Sekedar diketahui, SPHP dilaksanakan oleh Badan Pangan Nasional dan Perum BULOG melalui distribusi ke pengecer pasar rakyat, koperasi desa, outlet pangan daerah, hingga Gerakan Pangan Murah. Beras SPHP dikemas 5 kg dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kementerian Pertanian sendiri terus memperkuat produksi beras melalui program pompanisasi, bantuan benih tahan kekeringan, dan percepatan tanam. Hasilnya, produksi beras nasional Januari-Agustus 2025 diperkirakan mencapai 24,97 juta ton, naik 14,09% dibanding periode yang sama 2024 sebesar 21,88 juta ton.(wan)

