Pojokkiri.com

Polisi Gadungan Tipu Jemaat Gereja Rp 135 Juta Dibekuk: Tersangka Ditangkap dengan Seragam Lengkap

Tersangka polisi gadungan asal Tangerang ditangkap Polsek Tegalsari Surabaya

Surabaya Pojokkiri.com — Aksi penipuan bermodus menyaru sebagai anggota kepolisian kembali terjadi, kali ini dilakukan oleh seorang pria bernama Moses, warga asal Tangerang. Dengan seragam lengkap bak seorang Ajun Komisaris Polisi (AKP), Moses nekat menipu jemaat gereja dan membawa kabur uang tunai sebesar Rp 135 juta. Kini, pria tersebut hanya bisa menyesali perbuatannya dari balik jeruji besi Polsek Tegalsari Surabaya.

Moses menjalankan aksinya dengan cara yang sangat terencana. Ia tidak hanya mengaku-ngaku sebagai anggota Polri dari Polda Jatim dan Polda Metro Jaya, tetapi juga memiliki seragam lengkap dari berbagai satuan kerja (satker) yang terlihat sangat mirip dengan aslinya. Tak heran, banyak orang terpedaya oleh penyamarannya yang begitu meyakinkan.

Kapolsek Tegalsari Kompol Rizki Santoso menjelaskan bahwa tersangka Moses mendapatkan seragam-seragam tersebut dengan cara memesan di tukang jahit. Seragam tersebut dimodifikasi sedemikian rupa hingga menyerupai atribut resmi kepolisian.

“Pelaku memperoleh seragam dari seorang penjahit. Membuat di penjahit,” tutur Kompol Rizki, pada Jumat (23/5).

Barang bukti yang diamankan termasuk pakaian dinas lapangan (PDL) berpangkat AKP dari Polda Jatim, baju tactical Ditreskrimsus Polda Jatim, tactical Polda Metro Jaya, seragam lalu lintas tanpa nama, hingga fieldcap perwira pertama Polri. Bahkan, bahan-bahan pakaian tersebut diakuinya dibeli secara daring melalui toko online, lalu disesuaikan di penjahit agar tampak resmi dan meyakinkan.

Moses memanfaatkan penampilannya sebagai polisi untuk meyakinkan korbannya. Modusnya, ia menawarkan jasa penukaran uang baru kepada jemaat gereja yang dikenalnya secara pribadi. Agar lebih meyakinkan, Moses kerap mengunggah status WhatsApp dengan foto dirinya mengenakan seragam polisi.

“Pelaku modusnya mengaku jadi polisi dan berdinas di Polda Jatim berpangkat AKP. Sehingga dengan cerita yang tersebar itu, membuat masyarakat percaya. Kebetulan korban teman satu gereja dengan pelaku,” terang Kompol Rizki.

Kepercayaan yang dibangun selama beberapa waktu akhirnya dimanfaatkan untuk menipu korban hingga ratusan juta rupiah. Saat ini, polisi masih mendalami apakah ada korban lainnya yang belum melapor dan kemungkinan adanya jaringan penipuan serupa.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan seseorang hanya karena penampilan atau pengakuannya sebagai aparat. Verifikasi identitas dan kewenangan seseorang harus dilakukan melalui jalur resmi, terlebih jika menyangkut transaksi keuangan dalam jumlah besar.

Penangkapan Moses menjadi bukti bahwa pelaku penipuan terus berinovasi dalam melancarkan aksinya. Kepada masyarakat, terutama komunitas keagamaan, kepolisian meminta untuk lebih waspada terhadap modus-modus seperti ini, yang menggunakan unsur kepercayaan sebagai celah utama penipuan.

 

Reporter Samsul Arif.

Berita Terkait

Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari Libas Bandar Besar Narkoba Gresik

adminkiri01

Maling Kabel PJU Diringkus, Aksi Nekat Berhasil Digagalkan Polsek Tegalsari

Air Mata Gubernur Jatim Pecah: Grahadi Hangus, Luka Sejarah yang Tak Bisa Dipulihkan