Pojokkiri.com

Syukuran Dengan Seribu Tumpeng

Pesan Budaya dari Desa Geni Langit  (2)

 

Ulang tahun Desa Geni Langit, setiap bulan Suro, diperingati dengan syukuran seribu tumpeng. Kata seribu memang hiperbola untuk menunjukkan bahwa jumlah tumpeng memang banyak, sekitar 10 buah. Sebenarnya, tidak tepat juga disebut tumpeng karena mirip gunungan yang dirangkai dari berbagai hasil alam. Ya, hasil alam menjadikan warga Geni Langit jadi makmur.

Gunungan itu dirangkai dari aneka buah dan sayur, seperti manisa, kubis, timun, wortel, dan aneka sayur lainnya.  Ada juga gunungan yang dibuat dari buah-buahan, seperti pisang, jeruk, semangka, belimbing, nanas, dan buah salak. Sejumlah tanaman hias juga turut membentuk gunungan itu menjadi lebih menarik dan menggoda untuk dimakan. Gunungan itu dibawa ke tempat lapang memakai “kereta Jawa”, rodanya manusia. Dari pengamatan saya, jarak pembuatan gunungan itu ke lokasi pesta rakyat lumayan, lebih dari satu kilometer. Namun mereka tampak semangat, tak ada rasa capek di wajah mereka. Mereka juga saling bergantian untuk memikul tandu gunungan itu.

Warga yang memikul gunungan itu pun ada yang berpakaian adat Jawa, lengkap dengan blangkon dan pakaian beskap. Mereka melangkah tegap meski jalanan menuju lapangan tempat syukuran menanjak. Di bagian depan sebagai cucuk lampah adalah banner bertuliskan “Genilangit Bersatu, Genilangit Maju”….

Ketua panitia Agus Dwi mengatakan, gunungan yang dibuat dari aneka buah dan sayur itu sebagai wujud syukur pada Allah SWT. Mereka bersyukur karena diberikan tanah yang subur, warga yang damai, dan alam yang bersahabat.

Upaya syukuran HUT diawali dengan penampilan Sajoho, tarian khas Geni Langit. Tarian ini dibawakan oleh anak-anak SD. Lalu, penampilan emak-emak yang membawakan tembang campursari Geni Langit. Setelah sambutan ketua panitia, kepala desa, diteruskan sambutan Bupati Magetan Dr. Suprawoto. Bupati menyampaikan selamat atas HUT Desa Geni Langit. Bupati mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur, insya Allah rejeki dan kenikmatan akan bertambah. Bupati juga berjanji akan memenuhi keinginan warga, termasuk mematenkan batik motif sayur khas Geni Langit.

Bupati juga berupaya terus menyebarkan potensi wisata di Magetan agar masyarakat bisa meningkatkan pendapatan.

Begitu pembagian gunungan, warga saling berebut untuk mendapatkannya. Pantia berusaha untuk bisa membagi hasil bumi itu kepada warga tanpa menimbulkan keributan. Namun, tetap saja keributan tak bisa dihindari meski masih dalam taraf yang wajar. (bersambung)

Berita Terkait

Kemeriahan Napak Tilas Ngumpatan Sejarah Pemerintahan Magetan

Politisi Nggapleki

Sing  Penting  Slamet

adminkiri01