
Lamongan, Pojok Kiri.com-Penanganan kasus “Flu Super” yang menyerang 17 Kepala Keluarga (KK) di Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Lamongan, mulai menuai kritik dari warga terdampak. Meski sempat dilakukan pendataan oleh petugas medis, hingga kini belum ada tindakan medis lanjutan maupun pemberian bantuan obat-obatan.
Sebelumnya, pada Kamis (22/1) pagi, tiga tenaga kesehatan dari Puskesmas Lamongan bersama Kader Posyandu setempat telah turun ke lokasi di RT 02 RW 03 dan RT 04 RW 03 Kelurahan Jetis. Namun, kunjungan tersebut dinilai hanya sebatas formalitas pendataan.
Rissyah, warga RT 02 RW 03 Gang Mlaten yang satu keluarganya (empat orang) terjangkit gejala flu tersebut, menyayangkan sikap pasif petugas. Menurutnya, setelah diwawancarai dan dimintai salinan Kartu Keluarga (KK), tidak ada tindak lanjut hingga hari ini.
“Sesudah diwawancarai dan dimintai KK, mereka belum datang kembali ke sini. Harusnya petugas menanyakan perkembangan kondisi kami, perlu dibantu obat atau tidak. Jangan hanya datang sekali saja,” ujar Rissyah dengan nada kecewa, Rabu (28/1) pagi.
Senada dengan Rissyah, Ibu Yuliati, warga RT 04 RW 03, membenarkan bahwa petugas baru datang satu kali. Ia enggan berkomentar lebih jauh mengenai prosedur yang dijalankan dan meminta agar konfirmasi dilakukan langsung ke pihak berwenang. “Tanya langsung ke Puskesmas Lamongan saja pak terkait itu,” tandasnya
Di sisi lain, Hari, salah satu petugas Puskesmas Lamongan Kota yang terlibat dalam pendataan awal, menyatakan bahwa seluruh data warga terdampak telah diserahkan ke tingkat kabupaten.
“Semua pendataan warga yang terserang flu super tempo hari hasilnya sudah saya laporkan ke pimpinan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamongan. Terkait perkembangan selanjutnya, yang berhak menjawab adalah pihak Dinkes,” ungkap Hari saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (23/1) siang.
Hingga berita ini diturunkan, warga di Kelurahan Jetis masih menunggu kepastian penanganan medis yang nyata untuk memutus rantai penyebaran flu yang dikenal cukup bertahan lama dan berat tersebut.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: WWW.POJOK KIRI.COM DAN KORAN HARIAN PAGI POJOK KIRI

