Pojokkiri.com

Wujud Syukur Dusun Karangwungu Bakal Mengelar Acara Sedekah Bumi, Nanggap Wayang KI Dalang Wardono

Gresik, pojokkiri.com

Sebagai wujud syukur hasil bumi yang meningkat dan ungkapan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa serta upaya melestarikan budaya leluhur yang sudah dilaksankan secara turun temurun.

Warga Dusun Karangwungu, Desa Mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik bakal menggelar acara sedekah bumi.

Acara yang nantinya bertempat di GG. II Dusun Karangwungu, yang di ikuti oleh semua warga Dusun Karangwungu.

Insyaallah, rangkaian acara ruwatan dusun akan berlangsung hari Sabtu 28 Juni 2025, nanggap wayang Ki Dalang Wardono dari Kabupaten Mojokerto. Hal itu di utarakan Kepala Dusun (Kasun) Karangwungu Desa Mojogede Dani Indra Lesmana, Selasa 24 Juni 2025, saat hendak Technical Meeting (TM).

Lebih jauh Dani Indra Lesmana mengatakan sebagai bangsa yang besar kita harus bisa melestarikan budaya yang diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada tim pendukung seperti Rumah Makan Pandansari, Kartar Setya Wibawa, Alami Group dan masyarakat Dusun Karangwungu atas kekompakannya sehingga acara sedekah bumi ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Lebih lanjut, Dani Indra Lesmana mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan program program yang telah di agendakan oleh Pemerintah Desa, baik itu pembangunan infrastruktur, kesehatan, pertanian dan sosial.

” Insyaallah acara sedekah bumi di Dusun Karangwungu, bakal di gelar tiap tahun,” Tambahnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Mojogede Ngadiono mengajak seluruh warga Dusun Karangwungu Desa Mojogede dan sekitarnya untuk turut serta memeriahkan dan mengambil bagian dalam rangkaian acara Sedekah Bumi ini.

Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, Dusun Karangwungu tidak hanya menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan keselamatan, tetapi juga membuktikan komitmennya dalam melestarikan budaya dan memperkuat kebersamaan antar warga

Melalui acara tahun ini, berharap masyarakat desa selalu diberi keberkahan dan kesehatan. Sedekah bumi menjadi ucapan syukur atas limpahan rahmat tersebut. Adapun gelaran wayah dimaksudkan sebagai upaya menguri-uri budaya, serta menjaga tradisi leluhur.

Masih Ngadiono, Sedekah bumi yang melibatkan seluruh warga tersebut menjadi sarana memupuk persatuan, gotong royong, serta kekompakan. ”Kami berharap warga selalu kompak dan semakin sejahtera,” tambahnya. (Dyo)