
Situbondo, Pojok Kiri
Terkait nama yang pantas untuk Gor di Panarukan, saya berfikir lebih elegan dan lebih nyaman diberi nama Gor Pateh Alos.
Hal ini disampaikan H. Ricky Ricardo H Allen Advokat Papan Atas Situbondo, kepada Pojok Kiri. Senin, (13/1/2025).
Menurutnya, pemberian nama Gor dengan nama Pate Alos sosok Demang (Kepala Daerah) pada masa Pemerintahan Belanda dan dikenal sebagai pembabat tanah Besuki, Situbondo dengan memiliki nama lengkap Raden Bagus Qosim Wirodipuro, menunjukkan rasa syukur masyarakat terhadap seorang pemimpin yang telah banyak berjasa terhadap keberadaan Besuki, Situbondo.
Jika Gor di Panarukan dipaksakan diberi nama Gelora Bung Karna, menurut H. Ricky sangat melanggar undang-undang Rupabumi.
” Saya flashback ke belakang kenapa, karena Bung Karna ini menginginkan Gor itu namanya Gelora Bung Karna seperti Gelora Bung Karno. Perlu dipahami, di sana kalau dipaksakan jelas sekali melanggar undang-undang Rupabumi, dia menginginkan seperti Gelora Bung Karno. Bung Karno, dulu itu Gelora Senayan ketika itu menginginkannya ketika masih hidup. Lalu, ketika Bung Karno meninggal dunia di eranya Gusdur lah diganti menjadi namanya Gelora Bung Karno, “katanya.
Sementara itu, H. Ricky juga menyoroti pembangunan gedung olahraga yang berada di Dusun Bataan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Ia, menilai proses pembangunan tersebut mengalami gejala finishing anggaran dan perlu adanya investor untuk menyelesaikan pembangunan tersebut agar berkualitas. (Inul)

