
Situbondo, Pojok Kiri
Jamiyah Muhibbullah Warasulah (MW) Situbondo, mengecam aksi teror premanisme di Pondok Pesantren Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Sabtu, (10/5/2025)
Pasalnya, ada 3 orang yakni HR, CH, YU diduga kuat melakukan ancaman dan menggangu aktivitas kegiatan belajar para santri pondok pesantren tersebut. Kejadian itu, terjadi pada hari Sabtu ( 10/5) sekitar pukul 18.00 Wib. Mereka mau merobohkan pintu gerbang pondok dan berteriak serta menggangu para santri.
” Ada 3 orang di depan pintu gerbang yaitu, HR, CH, YU. Mereka menendang pintu dan berteriak kepada para santri dengan umpatan dan ancaman di depan pintu gerbang pondok. Mereka mengancam akan merobohkan pintu gerbang karena ditutup, ” ujar Zaenal Pimpinan Jamiyah Muhibbullah Warasulah Situbondo kepada Pojok Kiri.
Teror premanisme di pondok pesantren, kata Zaenal yang juga seorang pengajar di lembaga itu, membuat para santri trauma dan ketakutan selama berada di pondok pesantren.
” Membuat kami kecewa, adalah yang kebetulan santri kami ada yang sakit, ada juga santri yang memiliki riwayat penyakit jantung. Dengan kejadian ini, mereka trauma sampai menangis karena teror dan adanya ancaman dari 3 preman tersebut, ” terangnya.
Tak hanya itu saja, Ustadz Zaenal sapaan akrabnya juga menceritakan kabar adanya penyerangan atau teror ke pondok pesantren ramai menjadi perbincangan masyarakat.
Para santri menghubungi masing-masing orang tuanya untuk ikut mencegah tindakan susulan dari kelompok preman tersebut.
” Dan paginya, ketika masalah dan berita penyerangan ini menyebar, para santri menelpon orang tuanya datang ke pondok untuk mencegah mereka,” jelasnya.
Sementara itu, Ustadz Zaenal mengaku adanya ancaman premanisme di pondoknya sudah tersampaikan ke Polsek wilayah setempat.(Inul)

