Pojokkiri.com

Wamen Helvi Menginap di Labuan Resort Pasir Putih, Saat Lawatannya di Kota Santri

Foto : Wamen Helvi di Labuan Resort Pasir Putih Situbondo bersama Mas Bupati Rio dan H. Imam Hidayat beserta Istri Hj. Parsia Pungkaswati (Ning Sasa)

Situbondo,pojokkiri.com
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia Helvi Yuni Monaraza, bermalam di Labuan Resort Pasir Putih Situbondo dalam lawatanya di kota Santri. Dengan pelayanan ramah suguhan aneka ragam kuliner dan oleh-oleh, serta pemandangan indah bak surga yang tersembunyi membuat anak buah Presiden Prabowo ini betah di penginapan tersebut.

“Suatu kebanggaan bagi kami atas kunjungan Wamen UMKM Bapak Helvi Yuni Moraza beserta rombongan, dan Bupati Situbondo Bapak Yusuf Rio Wahyu Prayogo. Kami berbincang hangat dengan Bapak Deputi Kementerian Koperasi dan UMKM Bidang Usaha Menengah, ya beliau sangat betah katanya di Labuan Resort katanya seperti surga yang tersembunyi, ” ucap H. Imam Hidayat Owner Labuan Resort Pasir Putih Situbondo, Senin, (7/7/2025). Penginapan ini berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo jalur pantura.

Dibalik kunjungan Wamen UMKM ini, Pemkab Situbondo resmi mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten UMKM. Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengatakan itu dilakukan sebagai langkah strategis dalam menurunkan angka kemiskinan yang masih berada di angka 11,51 persen, jauh di atas rata-rata nasional dan Provinsi Jawa Timur. Jumat, (4/7/2025)

Bupati yang akrab disapa Mas Rio itu menegaskan bahwa pendekatan ekonomi berbasis UMKM diyakini menjadi jalan keluar dari stagnasi pembangunan ekonomi daerah.

“UMKM bagi saya adalah juru selamat Kabupaten Situbondo. Situbondo ini selama ini hanya daerah yang flat, biasa saja, dan hanya dilewati. Mudah-mudahan ini benar-benar menjadi momen besar untuk membawa Situbondo naik kelas,” ujarnya, usai deklarasi.

Menurutnya, upaya ini tidak hanya berhenti pada pemetaan potensi. Pemerintah Kabupaten bersama Kementerian UMKM, perbankan nasional, serta berbagai stakeholder mengambil langkah nyata melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita tidak hanya ingin mengurai potensi, tapi bergerak melakukan aksi. Dengan kehadiran kementerian, pihak perbankan, dan stakeholder lainnya, kita sudah mulai menyambungkan UMKM lokal ke jejaring pusat, bahkan ke pasar ekspor,” katanya.

Lebih jauh, Mas Rio menjelaskan bahwa penguatan sektor UMKM akan berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan karena mendorong penciptaan lapangan kerja.

“Kalau orang sudah bekerja, dia bisa membiayai keluarganya. Itu targetnya menciptakan lapangan kerja, bukan bergantung pada bantuan terus-menerus. Dengan ekonomi tumbuh, kemiskinan tidak akan terpelihara, tapi bisa diurai secara dramatis,” tegasnya.

Deklarasi ini juga didorong oleh komitmen nasional melalui arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh elemen pemerintah memperkuat kolaborasi dalam memberdayakan UMKM sebagai motor ekonomi rakyat.

Program Situbondo Kabupaten UMKM akan dikawal langsung oleh tim teknis gabungan dari Pemerintah Daerah, Kementerian UMKM, dan lembaga keuangan. Selain pendampingan pembiayaan, pelatihan, dan inkubasi bisnis, sektor pemasaran juga akan diperkuat melalui kerja sama dengan platform digital dan jaringan distribusi nasional.

Sementara Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza yang turut menyaksikan deklarasi itu, berharap apa yang dilakukan Kabupaten Situbondo bisa jadi pilot project nasional.

“Kami berharap Situbondo layak menjadi pilot project nasional sebagai kabupaten UMKM,” kata Helvi di Pendopo Situbondo. (Fq/Inul)