
Lamongan, Pojok Kiri.com-Eksodus sejumlah pemain Persela Lamongan yang dikabarkan bergabung ke PSIS Semarang memantik kekhawatiran mendalam di kalangan suporter LA Mania. Kekhawatiran tersebut mencuat setelah para suporter menyaksikan langsung latihan perdana Persela yang digelar pada Senin sore kemarin.
Salah satu suporter LA Mania asal Kecamatan Tikung, Bambang Pambudi, mengungkapkan bahwa dari total 30 pemain Persela yang terdaftar di Liga 2 musim 2025/2026, hanya 22 pemain yang hadir dalam latihan perdana tersebut.
“Kemarin ada 22 pemain yang ikut latihan perdana. Ada beberapa yang absen dengan alasan masing-masing,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, delapan pemain yang tidak hadir tersebut dikabarkan berpotensi mengikuti eksodus ke PSIS Semarang. Jika kabar tersebut benar, Bambang menilai kondisi Persela berada dalam situasi genting jelang putaran kedua Liga 2 yang akan kembali bergulir setelah jeda kompetisi selama satu bulan.
“Kalau rumor itu benar dan mereka eksodus ke PSIS, Persela sudah lampu merah. Bisa terjerembab di putaran kedua Liga 2,” katanya.
Bambang bahkan pesimistis dengan kondisi tim saat ini. Menurutnya, dengan situasi yang kurang kondusif, bertahan di Liga 2 saja sudah menjadi capaian yang patut disyukuri.
“Kalau situasi tim seperti ini, Persela tidak terlempar ke Liga 3 saja sudah bagus,” tegasnya.
Ia juga menyinggung mundurnya Fariz Julinar Maurisal dari jabatan CEO Persela Lamongan yang dinilai semakin memperberat kondisi internal tim.
“Dengan kondisi tim yang kurang kondusif setelah ditinggal mundur CEO Persela, kami hanya bisa mendoakan agar Persela tidak turun kasta,” ujarnya.
Bambang menyebut, apabila Persela mampu lolos dan bertahan di Divisi 1 dengan kondisi seperti sekarang, hal tersebut merupakan sebuah keajaiban.
“Kalau Persela lolos Divisi 1 dengan situasi tim seperti ini, itu keajaiban dari Tuhan yang patut disyukuri,” pungkasnya.
Ia pun mengimbau para suporter dan pecinta Persela Lamongan untuk tidak berharap terlalu tinggi dan bersikap realistis menghadapi kondisi tim saat ini.
“Untuk sekarang, jangan berharap banyak. Kita realistis saja, sambil menunggu keajaiban dari Tuhan,” harapnya.(lut)

