Pojokkiri.com

TREN OTOMOTIF Pesona “Si Pitung” Tak Lekang Waktu: Honda C70 Kembali Jadi Primadona di Jalanan

 

Honda Olong plat merah Nopol S-4510-JP koleksi Bank Daerah Lamongan full original di Jl.Panglima Sudirman no 56 Lamongan.(Foto: Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojok Kiri.com-Istilah “tua-tua keladi” nampaknya sangat pas disematkan pada Honda C70. Motor bebek ikonik yang akrab disapa “Honda Ulung” atau “Olong” ini kembali merajai tren otomotif tanah air. Bukan sekadar kendaraan operasional, motor yang pertama kali mengaspal di Indonesia pada medio 1966-1971 ini kini telah bertransformasi menjadi simbol gaya hidup retro bagi lintas generasi.

Magnet Desain Klasik dan Irit BBM
Daya tarik utama Honda C70 terletak pada desainnya yang unik dan tak lekang oleh zaman. Dikenal dengan sebutan “Pitung” (singkatan dari pitung puluh atau tujuh puluh), motor ini menawarkan lekuk bodi klasik yang kontras dengan desain motor modern yang serba tajam.

Selain estetika, faktor efisiensi bahan bakar menjadi alasan utama mengapa motor ini masih dicari. Di tengah fluktuasi harga BBM, Honda C70 tetap unggul dengan konsumsi bahan bakar yang mencapai 50 hingga 60 kilometer per liter, menjadikannya salah satu motor paling irit di kelasnya.

Mudahnya Restorasi di Era Digital
Dahulu, mencari suku cadang motor tua adalah tantangan besar. Namun kini, kebangkitan Honda Olong didukung penuh oleh ekosistem belanja daring. Pantauan di berbagai platform seperti Shopee dan Lazada menunjukkan ketersediaan sparepart, baik orisinal maupun variasi, sangat melimpah.

“Modifikasinya sangat mudah dan komponennya terjangkau. Ini yang membuat anak muda berani memelihara motor klasik,” ujar salah satu anggota komunitas motor tua di Jakarta. Hal ini memicu tren modifikasi mulai dari gaya restorasi orisinal (tampilan pabrik) hingga gaya street cub yang lebih ekspresif.

Nilai Investasi yang Menjanjikan
Harga unit bekas Honda C70 kini bervariasi di situs jual beli seperti OLX. Meski harga bahan (motor kondisi rusak) cukup terjangkau, unit yang telah direstorasi penuh dengan komponen orisinal kini diburu kolektor dengan harga yang melambung tinggi.

Fenomena ini membuktikan bahwa Honda Ulung bukan sekadar mesin tua, melainkan aset seni yang bernilai tinggi. Popularitasnya yang terus menanjak mempertegas bahwa di dunia otomotif, gaya retro klasik akan selalu memiliki tempat spesial di hati masyarakat.(lut)

 

Editor: Zainul Lutfi

Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri