Pojokkiri.com

Perkuat Sinergi Purnabakti, PWRI Balongpanggang Gelar Halal Bi Halal

Gresik, pojokkiri.com

Setelah menikmati bulan suci ramadhan dan hangatnya suasana Idulfitri, Keluarga Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Balongpanggang mengelar Silaturahmi dan Halal Bihalal yang di gelar di pendopo Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik pada Sabtu (11/4/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut di hadiri mantan Wakil Bupati Gresik H. M. Qosim sebagi penceramah agama,
Ketua PWRI Kabupaten Gresik M. Yahya, Pelda Heru yang mewakili Danramil 0817/09 Balongpanggang Lettu Inf Davis, Aiptu M. Khusaeri yang mewakili Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwid serta seluruh pengurus dan anggota PWRI setempat.

​Mewakili Danramil 0817/09 Balongpanggang, Pelda Heru dalam sambutannya menganalogikan pertemuan ini bukan sekadar kumpul rutin, melainkan sebuah “apel konsolidasi hati”.

Ia menekankan pentingnya menjaga keselarasan batin untuk membangun lingkungan yang harmonis.

​“Ada tiga hal utama yang harus kita pegang teguh diantaranya, jaga persatuan, jaga komunikasi, dan jaga generasi muda. Saya yakin PWRI Balongpanggang adalah kumpulan orang-orang hebat yang mampu menjadi benteng moral bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Pelda Heru.

Sementara ​Ketua PWRI Kabupaten Gresik, M. Yahya, memberikan pesan kuat mengenai eksistensi para pensiunan. Menurutnya, kekuatan organisasi terletak pada hubungan kekeluargaan yang solid. Ia meminta setiap dinamika internal diselesaikan dengan kebesaran hati dan saling memaafkan.

​Lebih jauh, Yahya mengingatkan agar para purnabakti tidak terjebak dalam mentalitas ingin dikasihani karena faktor usia. Sebaliknya, purnabakti harus tetap memposisikan diri sebagai figur yang disegani.

​”Kita adalah sosok yang harus disegani dan diteladani, bukan untuk dikasihani. Sebagai lansia, kita harus tetap produktif menjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain, baik melalui tenaga, pikiran, maupun materi,” tegas M. Yahya.

​Senada dengan hal tersebut, dalam ceramah agama Dr. KH. Moh. Qosim memberikan siraman rohani mengenai hakikat masa tua yang mulia. Ia menekankan bahwa status pensiun dari pekerjaan kedinasan bukan berarti pensiun dari amal ibadah dan pengabdian sosial.

​Kiai Qosim mengajak para anggota PWRI untuk memperbanyak sedekah dan tolong-menolong sebagai bekal persiapan menghadap Sang Pencipta.

​”Menjadi manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, tanpa memandang usia. Masa purnabakti justru menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak bekal melalui kemanfaatan bagi sesama,” tutur sosok yang akrab disapa Pak Qosim tersebut.

​Kegiatan yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan ramah tamah, mempererat kembali para abdi negara yang telah purna tugas namun tetap semangat berkontribusi bagi bangsa. (Dyo)