
Gresii, pojokkiri.com
Upaya penanganan stunting di Kabupaten Gresik terus melahirkan inovasi berbasis kemandirian pangan.
Anggota Komisi IV DPRD Gresik, Sudadi, mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dengan memelihara Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).
Dalam kunjungannya ke salah satu penggerak sosial di RT 01 RW 11 Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, pada Jumat (1/5/2026), Sudadi menekankan bahwa ketahanan pangan keluarga adalah kunci utama dalam mencetak generasi sehat.
Sudadi mengusulkan konsep sederhana namun berdampak besar, dimana setiap keluarga diharapkan memiliki minimal 10 ekor ayam betina dan 1 ekor pejantan.
Menurutnya, pola ini tidak hanya menjamin ketersediaan protein hewani secara mandiri, tetapi juga menjadi solusi bagi masalah lingkungan.
“Saya ingin setiap keluarga punya minimal 10 betina dan 1 pejantan. Dengan begitu, sisa makanan atau limbah rumah tangga seperti sisa sayur dan nasi tidak terbuang percuma, melainkan menjadi pakan berkualitas bagi ayam-ayam tersebut,” ujar Sudadi.
Ia meyakini, jika setiap keluarga mampu menghasilkan sekitar 10 butir telur secara mandiri, angka stunting di Indonesia, khususnya di Gresik, akan menurun drastis.
“Ini adalah langkah konkret. Jika gizi anak terpenuhi dari rumah, saya yakin Indonesia bisa bebas stunting,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Sudadi berjanji akan memberikan dukungan berupa bantuan ayam KUB kepada masyarakat. Ayam KUB dipilih karena memiliki berbagai keunggulan, di antaranya, produktivitas telur tinggi dibandingkan ayam kampung biasa, sehingga efisien secara ekonomi. Dan daya tahan kuat terhadap perubahan lingkungan dan penyakit. Tambahnya.

Kunjungan ini disambut hangat oleh penguat sosial Udin, Uripan dan Indro salah satu penggiat ternak ayam KUB di Desa Yosowilangun. Saat ini, Udin telah mengelola 50 ekor betina dan 20 ekor pejantan secara mandiri.
“Kami sangat berharap dukungan hibah dari Pak Sudadi selaku anggota dewan. Potensi di desa kami masih sangat besar, tidak hanya ayam, tapi juga pemanfaatan lahan untuk budidaya ikan lele,” ungkap Udin.
Dengan adanya sinergi antara kebijakan legislatif dan semangat masyarakat di tingkat akar rumput, program kemandirian pangan ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Gresik dalam memerangi stunting secara berkelanjutan. (Dyo)

