
Situbondo,pojokkiri.com
Joehari, keluarga pasien RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, keluhkan pelayanan parkir yang menurutnya sangat merugikan masyarakat.
” Yang dikeluhkan adalah karcis tiap kali masuk, tiap kali keperluan untuk keluar dari rumah sakit tetap ditarik atau bayar Rp 2000, bayangkan kalau ada keperluan untuk beli nasi, air dan keperluan lainnya harus bayar berkali-kali, ini yang dikeluhkan, dan penarikan karcis di rumah sakit ini tidak seperti rumah sakit milik swasta, ” ujar Joehari, Minggu (1/11/2026).
Kalau di rumah sakit swasta, kata dia, karcis parkir cukup bayar satu kali saja dan tidak mengecewakan pengunjung, keluarga pasien rumah sakit.
“Dibandingkan dengan rumah sakit swasta, setiap kali keluar keluarga pasien cukup meminta penanda atau stempel, sehingga tidak perlu bayar parkir berulang kali, ” terangnya.
Berharap kepada pemerintah daerah untuk turun tangan mengatasi persoalan ini.
“Berharap pemerintah kabupaten turun tangan, agar warga tidak diribetkan dengan hal parkir, warga juga menanyakan dengan penerapan berulangkali bayar parkir harusnya setoran PAD parkir di RSAR meningkat berlipat-lipat, ” harapnya.
Joe, juga meminta kepada pengelola parkir RSAR tidak menarik karcis berulang-ulang kepada pengunjung atau keluarga pasien agar tidak menjadi persoalan yang berkepanjangan.
“Cukup satu kali saja, jangan berulang kali tarik biaya parkir, ” pungkasnya. (Inul)

