KEDIRI, pojokkiri.com — Partai Golkar Kota Kediri mulai memanaskan mesin politiknya jauh sebelum peluit Pemilu 2029 dibunyikan. Dari kantor DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jumat (21/8/2026), partai berlambang pohon beringin itu menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus melantik jajaran Pimpinan Kecamatan (PK) se-Kota Kediri.
Agenda tersebut bukan sekadar seremoni pergantian atau pengukuhan struktur. Golkar sedang menyusun peta jalan politik: memperkuat jaringan hingga akar rumput, merebut simpati generasi muda, dan membidik tambahan kursi di DPRD Kota Kediri.
Rakerda digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kota Kediri, Jalan Super Semar Nomor 43, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, sebagai tindak lanjut amanat Musyawarah Daerah (Musda) yang kini diterjemahkan ke dalam agenda kerja yang lebih konkret.
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, H. Ali Mufthi, menegaskan bahwa perubahan komposisi penduduk menjadi salah satu medan yang harus segera dijawab partai politik. Bonus demografi, menurut dia, bukan sekadar angka statistik, melainkan pertarungan untuk merebut kepercayaan generasi baru.
“Branding Golkar hari ini adalah partainya anak muda. Di tingkat DPP, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota, kepengurusan kita diisi hampir 40 hingga 50 persen anak muda,” ujar Ali Mufthi.
Golkar, kata dia, tidak ingin hanya mendekati anak muda ketika musim pemilu tiba. Sejumlah program diarahkan untuk membuka ruang keterlibatan generasi muda, mulai dari pendidikan politik, kegiatan olahraga seperti mini soccer, hingga kompetisi seni.
Pesannya jelas: Golkar ingin bergeser dari citra partai lama menjadi kendaraan politik yang juga relevan bagi generasi baru.
Di tingkat lokal, Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, S.E., memasang target yang lebih terukur. Ia ingin struktur partai tidak berhenti di papan nama kantor atau rapat elite, tetapi benar-benar bergerak sampai tingkat paling bawah.
Pelantikan pimpinan kecamatan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan mesin organisasi menjangkau seluruh wilayah Kota Kediri, mulai dari tiga kecamatan hingga 46 kelurahan/desa.
“Kami sudah membentuk pengurus hingga level basis. Target kami pada Pemilu 2029 mendatang adalah meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kota Kediri dari yang saat ini 5 kursi menjadi minimal 7 kursi,” kata Sudjono.
Target menambah dua kursi itu menjadi tantangan besar yang kini diletakkan di pundak struktur baru Golkar Kota Kediri. Artinya, konsolidasi yang dimulai sejak 2026 harus benar-benar menghasilkan kerja politik nyata, bukan hanya rapat dan pelantikan.
Golkar Kota Kediri juga berupaya memperkuat representasi perempuan dalam struktur kepengurusan. Porsi keterlibatan perempuan ditargetkan berada pada kisaran 30 hingga 40 persen.
Di luar arena elektoral, partai juga berupaya menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui konsolidasi berkala serta sinergi program sosial, mulai dari bantuan rumah tidak layak huni, pelayanan kesehatan, hingga sektor pendidikan bersama pemerintah daerah.
Kini, pertarungan belum dimulai. Namun, mesin sudah dipanaskan. Dengan struktur yang diklaim telah menjangkau tingkat basis, komposisi anak muda yang terus diperbesar, serta target melonjak dari lima menjadi minimal tujuh kursi DPRD, Golkar Kota Kediri tampaknya tak ingin menunggu tahun politik untuk bergerak.
Rakerda 2026 pun menjadi penanda: Golkar mulai menghitung langkah, mengonsolidasikan barisan, dan menatap 2029 sebagai medan perebutan berikutnya. (ade/wan)

