Pojokkiri.com

Krisis Air Mengancam Desa, DPRD Tambah Anggaran Rp104 Juta

Gresik, pojokkiri.com

Ancaman krisis air bersih mulai dirasakan warga di sejumlah desa di Kabupaten Gresik. Menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama DPRD sepakat menambah alokasi anggaran penanganan kekeringan sebesar Rp104 juta dalam Perubahan APBD 2026.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, bahwa pemerintah menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk menekan dampak kekeringan terhadap petani. Pemetaan wilayah terdampak dilakukan bersamaan, dengan identifikasi kebutuhan air di lapangan. Intervensi akan dilakukan melalui penggunaan pompa, pemanfaatan sumber mata air, pembuatan sumur bor hingga pembangunan jaringan pipanisasi.

“Semoga bisa kita bantu, baik itu mulai pompa sumber mata air. Kemudian dibor dan dipompa serta pipanisasi, ini yang sedang kita tugaskan untuk Dinas.”ujarnya.

Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengatakan, bahwa tambahan anggaran untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Disetujui sebagai langkah antisipasi, menghadapi dampak kekeringan. Terlebih, BPBD telah menerima laporan sejumlah desa yang mulai mengajukan permintaan bantuan air bersih.

“Prediksinya kemarau kali ini berlangsung lebih panjang, kemarin dapat laporan dari BPBD sudah ada sejumlah desa mengajukan permintaan air bersih,”ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muchammad Zaifuddin mengatakan, bahwa dalam Perubahan APBD 2026. Dialokasikan tambahan anggaran sebesar Rp104 juta, untuk penanganan dan antisipasi kekeringan. Tambahan tersebut dinilai penting karena ancaman kekeringan, diperkirakan berlangsung hingga Januari.

Berdasarkan hasil konfirmasi DPRD, BPBD Gresik diproyeksikan mampu menyuplai sekitar 250 tangki air bersih. Namun, permintaan mulai berdatangan seiring sejumlah wilayah mengalami penurunan ketersediaan air.

“Setelah kami konfirmasi, kemampuan BPBD nanti bisa menyuplai 250 tangki air bersih. Saat ini beberapa desa di sejumlah kecamatan sudah mulai mengajukan karena sudah terjadi krisis air bersih,”jelasnya

Ditambahkan Zaifuddin, bahwa bukan hanya air minum ancaman kekeringan tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih masyarakat. Pemerintah, juga mulai memetakan dampaknya terhadap sektor pertanian. Terutama untuk memastikan kebutuhan air tanaman, tetap terpenuhi. (Dyo)