Pojokkiri.com

Capaian KB Sampang Tembus 90,1 Persen: Jrengik-Torjun Melampaui Target, Kedungdung Jadi Catatan Merah

Pojokkiri.com, – SAMPANG – Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang mencatatkan agregat positif dalam pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) hingga akhir Agustus 2026. Secara akumulatif, total perolehan partisipasi masyarakat di 14 kecamatan telah menembus 99.793 akseptor atau setara 90,1 persen dari total target daerah.

Kendati angka rata-rata kabupaten tampak mengesankan, rekapitulasi lapangan justru menunjukkan disparitas kinerja yang mencolok antar wilayah.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) dan KB Dinkes Sampang, Zahruddin, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini didorong oleh pengintegrasian terpadu antara Balai Penyuluhan KB Kecamatan, Puskesmas, dan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB).

“Tujuan utama program Keluarga Berencana adalah membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera melalui pengaturan jumlah serta jarak kehamilan yang ideal,” ujar Zahruddin.

Kecamatan Jrengik tampil sebagai top performer dengan capaian fantastis melampaui kuota, yakni 110,8 persen (4.486 akseptor). Posisi ini disusul Torjun yang juga sukses “melompati” target di angka 105,7 persen (4.876 akseptor). Tingginya efektivitas kerja di dua wilayah ini membuktikan bahwa target yang ditetapkan daerah sebenarnya sangat realistis untuk dieksekusi.

Dari segi volume kontribusi, Kecamatan Sampang menyumbang angka tertinggi sebanyak 14.847 (94,4%), disusul Camplong dengan 13.354 (86,3%), dan Karangpenang di angka 10.102 (96,0%).

Sayangnya, euforia keberhasilan Jrengik dan Torjun berbanding terbalik dengan kondisi di Kecamatan Kedungdung. Wilayah ini terpuruk di urutan terbawah dengan capaian baru menyentuh 64,7 persen (4.773 akseptor), jauh di bawah rata-rata kabupaten. Gap sebesar 46,1 persen jika dibandingkan dengan Jrengik mengindikasikan adanya kendala struktural, masalah alokasi sumber daya, hingga perlunya evaluasi manajerial di tingkat lokal.

Sorotan juga tertuju pada Kecamatan Omben yang tertahan di angka 83,1 persen (5.731) serta Banyuates (87,2%), yang belum menunjukkan akselerasi seimbang dibanding wilayah penyangga lainnya.

Menanggapi ketimpangan tersebut, Zahruddin mengaku tetap optimistis seluruh 14 kecamatan di Sampang akan memenuhi target 100 persen pada akhir tahun 2026. Pihaknya berjanji akan menggencarkan pembinaan rutin serta evaluasi berkala terhadap tenaga kesehatan (nakes) KB di setiap Puskesmas dan stakeholder terkait.

Namun, keberhasilan akumulatif daerah tidak boleh menutupi ketertinggalan wilayah tertentu. Tanpa intervensi lapangan yang konkret dan transparansi audit kinerja di wilayah buncit seperti Kedungdung, pemerataan kualitas kesehatan keluarga bagi masyarakat Sampang berpotensi belum dirasakan secara berkeadilan. (Man/F-R)