
Situbondo,pojokkiri.com Edy Susanto warga Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo buka suara terkait adanya tudingan pemerasan dan pungutan liar yang tertuju terhadap dirinya oleh sekelompok orang. Tuduhan pahit tersebut viral menjadi perbincangan publik setelah tersebar di platform media, Senin, (20/10/2025)
Ia, merasa dirugikan atas beredarnya pemberitaan bohong tersebut.
” Kalau saya dibilang pungli atau pemerasan itu tidak benar, saya diberi surat tugas untuk melakukan tagihan dan tagihannya dari ADM, ” katanya.
Edy sapaan akrab pria asal Situbondo bagian Barat ini, mengaku apa yang dituduhkan itu kebohongan besar dan tuduhan yang sifatnya karena iri bercampur sakit hati.
“Saya dituding menerima uang itu kebohongan besar, yang menuding siapapun orangnya itu berbohong. Saya dibilang meras, pungli sekali lagi tidak benar, ” terangnya.
Selain itu, Edy menceritakan adanya permasalahan tersebut berawal dari saat dirinya menerima penghargaan dari Perhutani. Piagam yang didapatnya karena prestasi dalam menjaga lingkungan hutan di tempat tinggalnya.
“Awal ceritanya persoalan ini ya saya kan dapat penghargaan dan mendapat piagam dari Perhutani. Saya dapat piagam tentang lingkungan yang saya jaga. Dan akhirnya di situ muncul suatu persoalan ada tunggakan saring tahun 2023 sebesar Rp 49 juta. Saya pertanyakan kepada petugas Perhutani, akhirnya dari jumlah 37 orang kalau tidak keliru ya, itu langsung diselesaikan semua oleh Perhutani dan ditutup karena tidak bayar saring, ” jelasnya.
Sementara itu, Edy terang-terangan mengatakan jika orang yang menudingnya sebelumnya sudah dilaporkan ke Polres Situbondo dengan laporan pencemaran nama baik. Dan saat ini, menurutnya dalam penanganan kepolisian setempat.
“Saya atas nama ketua kelompok petani hutan bukan LSM. Saya sangat menyesali mengapa mereka bawa-bawa nama LSM. Saya sebelumnya sudah melaporkan orang yang menuding atau menuduh saya melakukan pemerasan dan pungli seperti yang sudah mereka sebarkan di media sosial, itu kan pencemaran nama baik saat ini masih dalam penanganan kepolisian setempat, ” pungkasnya. (Inul)

