
Lamongan, Pojok Kiri.com-Memasuki hari ke-20 Ramadan 1447 H, pemandangan berbeda tampak di deretan kedai kopi di Kabupaten Lamongan. Meski tetap beroperasi, para pemilik kedai sepakat memasang tirai penutup atau yang akrab disebut “Warung Kelambu” untuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Pantauan di lapangan, Rabu (11/3/2026), kawasan di belakang Masjid Agung Lamongan, Kelurahan Temenggungan, menjadi salah satu titik di mana tradisi ini terlihat kental. Tirai-tirai kain menutup rapat seluruh aktivitas di dalam kedai, sehingga para pengunjung yang sedang menikmati kopi tidak terlihat dari luar.
Sofian, salah satu pemilik kedai kopi setempat, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk toleransi yang rutin dilakukan setiap tahun. Ia ingin tetap melayani pelanggan tanpa harus mengganggu kekhusyukan masyarakat yang berpuasa.
“Ini cara kami saling hormat-menghormati. Jadi kalau ada yang ngopi, tidak nampak dari luar meskipun kami tetap buka,” ujar Sofian saat ditemui di kedainya.
Meski tertutup rapat, geliat aktivitas di dalam kedai terpantau cukup ramai oleh para penikmat kopi yang tidak sedang menjalankan ibadah puasa. Para pedagang memastikan bahwa penutupan dengan kelambu ini akan terus berlangsung hingga akhir Ramadan.
“Kondisi seperti ini akan bertahan sampai Idul Fitri nanti. Setelah Lebaran, tirai-tirai ini akan dilepas dan kami akan buka normal seperti biasanya,” tambahnya.
Fenomena “Warung Kelambu” ini dinilai efektif dalam menjaga kerukunan antarwarga di Lamongan, memastikan roda ekonomi tetap berputar tanpa mencederai nilai-nilai religiusitas yang dijunjung tinggi selama bulan suci.(lut)
Editor: Zainul Lutfi
Sumber: www.pojokkiri.com dan Koran Harian Pagi Pojok Kiri

