Pojokkiri.com

Imbas Getok Harga Rp350 Ribu, Pedagang Nasi Boran Sindir Diskopindag: Kemarin-Kemarin Kemana?

NBorana

Nasi Boranan makanan khas Lamongan.(Zainul Lutfi for Pojok Kiri)

Lamongan, Pojokkiri.com-Jagat media sosial di Kabupaten Lamongan baru-baru ini dihebohkan oleh aksi oknum pedagang nasi boran yang mematok harga tidak wajar (mengetok harga) sebesar Rp350 ribu untuk empat porsi makanan. Menanggapi kegaduhan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lamongan langsung turun tangan dengan memanggil dan memberikan pembinaan kepada oknum pedagang yang bersangkutan.

Namun, langkah responsif dari instansi pemerintah ini justru memicu beragam tanggapan dari sesama pedagang nasi boran di wilayah setempat. Salah satu reaksi keras datang dari seorang penjual nasi boran senior sebut saja Ny. I (50).

Saat diwawancarai oleh wartawan KORAN HARIAN PAGI POJOK KIRI, Ny. I meluapkan rasa kecewanya terhadap pola pengawasan dari dinas terkait yang dinilai pasif dan hanya bergerak saat sebuah kasus sudah terlanjur viral.

“Alah, cari momentum saja saat viral. Kalau tidak viral, apa ada tindakan dari dinas tersebut?” cetus Ny. I dengan nada masgul, Jumat (14/8) siang.

Menurutnya, pengawasan dan perhatian dari instansi terkait seharusnya dilakukan secara rutin, bukan karena terdesak oleh opini publik di media sosial. Ia mempertanyakan keberadaan fungsi kontrol dinas selama ini sebelum kasus tersebut mencuat ke permukaan.

“Harusnya tidak viral dulu baru ada atensi oleh dinas terkait. Kemarin-kemarin instansi itu kemana?” tambahnya.

Meski mengkritik tajam respons pemerintah, Ny. I tidak menampik adanya segelintir oknum pedagang nakal yang kerap mempermainkan harga demi keuntungan sesaat. Ia menyayangkan tindakan tidak jujur tersebut karena berdampak buruk pada citra kuliner khas Lamongan secara keseluruhan. Akibat perbuatan satu atau dua oknum, para pedagang lain yang mencari rezeki secara jujur kini ikut terkena imbas negatifnya.

Guna mengantisipasi hal serupa agar tidak terulang kembali, Ny. I memberikan tips praktis bagi para pembaca dan pencinta kuliner yang ingin menikmati hidangan khas ini.

“Saran saya, sebelum membeli langsung tanyakan harga dulu. Supaya tidak dipermainkan oknum penjual nasi boran nakal,” pungkasnya menutup wawancara.(lut)

Editor: Zainul Lutfi