Pojokkiri.com

Kota Pasuruan Butuh Sirkuit, Soemarjono : Meredam Aksi Balapan Liar

Surabaya, Pojokkiri.com.-
Kehadiran sirkuit balapan di kota Pasuruan sangat dibutuhkan sebagai solusi mengatasi problem balapan liar di wilayah tersebut.

Anggota DPRD Jawa Timur Soemarjono mengatakan, sirkuit dibutuhkan untuk antisipasi balapan liar karena berfungsi sebagai wadah legal dan aman bagi para penghobi otomotif, terutama anak muda, untuk menyalurkan bakat dan hobi balap mereka di tempat yang resmi dan sesuai standar, bukan di jalan umum yang membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan lain.

“Saya mendorong agar pemprov ataupub pemda setempat membantu mewujudkan sirkuit tersebut,” jelas politisi Gerindra ini, Rabu (1/10/2025).

Pria asal Pasuruan ini mengatakan sirkuit dirancang khusus dengan fitur keselamatan seperti dinding pembatas, area run-off, dan petugas medis, yang jauh lebih aman dibandingkan balap di jalan raya.”Sirkuit memberikan arena yang aman dan legal bagi para pembalap untuk beraksi, sehingga hobi mereka tersalurkan secara positif dan produktif, bukan malah menimbulkan keributan di jalan,” jelasnya.

Dengan memindahkan aktivitas balap ke sirkuit, angka kecelakaan lalu lintas akibat balap liar yang membahayakan pengguna jalan lain dapat dikurangi. “Manfaat lainnya dengan adanya fasilitas seperti sirkuit, diharapkan para pembalap muda dapat mengembangkan bakat mereka menjadi atlet balap yang profesional dan mengharumkan nama bangsa, seperti yang terjadi di Indonesia,” tandasnya.

Maraknya balap liar menjadi perhatian serius Polres Pasuruan Kota. Selain melakukan patroli dan razai, Polres Pasuruan Kota, menggagas pembangunan membangun sirkuit. Dengan adanya arena resmi untuk balapan, diharapkan dapat menekan balap liar dan melahirkan bibit atlet balap.

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara mengatakan, muncul ide membangun sirkuit balapan, karena fenomena balap liar yang terus berulang dan sulit diberantas dengan pendekatan preventif dan represif. Tidak adanya lokasi atau sirkuit resmi sebagai wadah menyalurkan minat bakat dalam dunia otomotif, membuat para pelaku selalu menggelarnya.

“Juga keterbatasan ruang edukasi dan kompetisi sehat bagi komunitas otomotif. Risiko gangguan kamtibmas, lalu lintas, dan kecelakaan fatal akibat penggunaan jalan umum sebagai lintasan balap,” ujar Davis beberapa waktu lalu.

Ia optimistis dapat menampung para pebalap, karena yang resmi biasanya tidak ada taruhan. Dengan adanya sosilasi bahaya balap liar di jalan umum dan memberikan edukasi balap resmi di sirkuit yang telah disediakan, diyakini bisa menampung semua para pebalap dan penontonnya.

Namun, Davis mengatakan, sejauh ini belum ada gambaran pengelolaan sirkuit. Katanya, jika wacana ini benar-benar terealisasi akan dilaksanakan oleh manajemen yang ditunjuk untuk mengelola. Lokasinya, direncanakan di wilayah Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Milik UPT Pengembangan Benih Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur. luasnya sekitar 15 ribu meter persegi atau 1,5 hektare. Gambaran sirkuit sepetti drag race dengan standart nasional dengan panjang 500 meter.(wan)