Pojokkiri.com

Motor Jadul “Digoreng”, Imbasnya Harga Melambung Tinggi

Honda Win 100 Tahun 2001 milik Viki.(Pojok Kiri/Zainul Lutfi)

Lamongan, Pojok Kiri.com- Tren sepeda motor di Indonesia, kususnya di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mengalami pergeseran, turut yang terjadi di industri global. Gempuran skutermatic saat ini ternyata tidak serta merta menyurutkan “nafsu” pencinta kendaraan roda dua di Lamongan yang tetap menyukai motor dengan desain kontemporer atau futuristik.

Ada sebagian bikers yang lebih tertarik dengan kendaraan bernuansa gaya jadul atau klasik agar terkesan berbeda. Hal itu membuat sejumlah pengendara motor melakukan modifikasi motor yang hadir dengan tema klasik atau retro.

Melihat tingginya selera pasar, sejumlah pabrikan pun mencoba menjembatani selera itu lewat produk bergaya klasik. Kehadiran tren retro itu antara lain bisa dilihat dari sepeda motor yang diluncurkan sejumlah produsen motor untuk menapaki aspal Tanah Air.

Motor-motor besutan baru hadir dengan tampilan lawas dalam balutan teknologi terkini. Sepeda motor retro bergaya klasik memang selalu mendapat tempat istimewa di hati para penggemarnya.

Andi Ekasvara Viky, salah satu pencinta motor jadul mengaku, sejak masih di bangku sekolah menengah pertama sudah menyukai motor bergaya retro klasik.

“Saya bukan karena ikut ikutan trend,dari SMP saya sudah suka dengan gaya jadul klasik dan bukan dari hasil modifikasi. Karena saya suka adventure, maka pilihan saya jatuh ke Honda WIN 100 Tahun 2001,” ungkap Viki, pengusaha bengkel di jalan Pahlawan, Lamongan,”Kamis (24/10/2024).

Bagi pria berambut gondrong ini, motor jadul atau klasik itu seakan punya taste tersendiri. Yang pasti menurutnya, “menunggangi” motor jadul berasa tampil beda karena seakan pengendaranya punya jiwa yang menggelora saat mengendarainya.

“Kalo naik motor ini di jalanan kota Lamongan seakan beda sendirilah om,kan di jalan nggak ada yang sama. Pokoknya ganteng sendirilah,” ujarnya bangga.

Karena modelnya berbeda dengan motor pada umumnya, otomatis berimbas dengan harganya yang selangit.

“Iya om, kalo bicara harga jelas bedalah dengan motor yang ada di jalanan saat ini. Punyaan saya ini Honda WIN 100 lansiran Tahun 2001 model trail trekking besutan dari Negara Japan. Saya belinya di grup komunitas Honda WIN waktu itu harganya sekitar 12 juta rupiah,” tutupnya. (lut)