Pojokkiri.com

Memilih Pemimpin, H. M Nasim Khan : Wajib Pilih Orang Cerdas

Foto : H.M Nasim Khan Anggota DPR RI Fraksi PKB

 

Situbondo, Pojok Kiri
H. M Nasim Khan Anggota DPR RI Fraksi PKB meminta kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso untuk memilih pemimpin yang benar di Pemilukada 2024. Bahkan, Bang Nasim sapaan akrabnya tidak ridho jika masyarakat memilih pemimpin yang salah.

“Ayo memilih pemimpin yang terbaik untuk masa depan Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi tercinta. Semua karena cinta jangan biarkan suaramu berada di tangan yang salah, ” katanya kepada Pojok Kiri. Sabtu, (2/11/2024)

Bang Nasim politisi asal Bumi Shalawat Nariyah ini, menyampaikan dalam memilih pemimpin masyarakat agar melihat rekam jejaknya, integritas dan kapabilitasnya.

” Dalam memilih pemimpin lihatlah visi misinya, rekam jejaknya, integritasnya dan kapabilitasnya, ” terangnya.

Tak hanya itu saja, Bang Nasim berharap kepada masyarakat dalam memilih pemimpin, wajib memilih pemimpin cerdas yang bisa membuat kebijakan sikap dan keputusan untuk kepentingan masyarakat.

” Keikhlasan ketulusan dan ketulusan, SDM yang cerdas pemimpin cerdas dan masyarakat cerdas bersama memajukan daerah serta mencerdaskan ummat yang berakhlak. Janngan terbodohi hayalan atau pembohongan, karena semua adalah anggaran negara untuk rakyat. Apalagi, iming-iming sesaat secara materi, karena memilih pemimpin bukan hanya 1 menit tapi minimal 5 tahun. Untuk regenerasi ke depan yang sangat panjang masyarakat harus wajib cerdas memilih pemimpin yang cerdas, bisa membuat kebijakan sikap dan keputusan untuk masyarakat, “jelasnya.

Sementara itu, Bang Nasim yang juga sebagai Presiden NKI berpesan dalam memilih pemimpin agar didasari karena cinta. Sebab, jika itu yang dijadikan niatan akan mendapat pahala dari Allah SWT karena memilih pemimpin ada kaitannya dengan ibadah dan agama. Termasuk mengikuti dawuh para kiai dan ulama’ dalam memilih pemimpin, karena ulama’ adalah pewaris para Nabi yang ada di muka bumi mau ikut siapa jika tidak ikut ulama’.Di mana ada ulama dan kiai di sana kita ikuti dawuh dan petunjuknya.(Inul)