
Surabaya Pojokkiri.com – Polemik terkait fasilitas umum (Fasum) di Perumahan Gunung Sari Indah (GSI) Surabaya kembali memanas. Warga Perum GSI yang diwakili sejumlah RT dan RW melaporkan seorang warga (SB) ke Polrestabes Surabaya pada Kamis (16/01/2025). Laporan ini dibuat menyusul aksi penutupan jalan masuk perumahan dengan yang diduga tembok beton, pada Rabu (15/01/2025).
Menurut Mochamad Danil Firman, perwakilan warga, jalan yang ditutup merupakan bagian dari fasilitas umum perumahan berdasarkan site plan Dinas Cipta Karya Kota Surabaya. Namun, SB mengklaim memiliki Surat Hak Milik (SHM) nomor 2947 atas lahan tersebut, yang disebutnya dibeli dari ahli waris developer PT Agra Paripurna.
“SHM 2947 itu masuk dalam Fasum Perumahan Gunung Sari Indah. Kami melaporkan adanya dugaan jual beli Fasum dan penutupan akses jalan yang sangat merugikan warga,” ujar Danil, pada Kamis (16/01/2025) Sore.
Khalid, Ketua RW 08 Perum GSI, menambahkan bahwa penutupan jalan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga membuat warga panik. “Jalan ini sudah lama menjadi akses utama warga. Penutupan ini sangat mengganggu aktivitas kami dan membahayakan karena ada patok yang dipasang,” kata Khalid.
Di sisi lain, Salim Bachmid, melalui kuasa hukumnya, mengklaim memiliki hak penuh atas tanah tersebut berdasarkan SHM yang sah secara hukum. Ia juga menyebut bahwa upaya penutupan jalan dilakukan karena merasa berhak atas tanah yang selama ini digunakan warga sebagai jalan umum.
Polemik ini sebelumnya mencuat saat Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mendatangi lokasi proyek Perumahan Alana Regency Gunung Sari Indah yang masih terkait dengan kasus ini. Armuji meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan persoalan ini kepada mekanisme hukum yang berlaku.
Hingga kini, proses penyelidikan kasus ini masih berlangsung di Polrestabes Surabaya. Polisi berjanji akan mengkaji laporan warga serta memeriksa dokumen-dokumen terkait untuk memastikan legalitas kepemilikan lahan tersebut.
Sampai berita ini diterbitkan dari wartawan pojokkiri masih terus menghubungi pihak terkait (Gat/Sam)

