
Surabaya, Pojokkiri.com –
Pembangunan pabrik B3 milik Pemprov Jawa Timur yang sedang dibangun di Dawarblandong, Mojokerto, terancam mandeg. Pasalnya, investor yang digaet menghentikan kerjasama untuk kelanjutan pembangunan tersebut.
“Dari pemprov yang mengelola pembangunannya anak usaha dari PT JGU yaitu Pratama Jatim Lestari (PJL). Dalam pelaksanaannya, pihak PJL ini bekerjasama dengan perusahaan swasta. Namun, dalam perkembangannya, sejak tahun 2024, pihak swasta menarik diri sehingga pengembangannya otomatis perhenti, ” jelas anggota komisi C DPRD Jawa Timur Hartono, Senin (3/3/2025).
Menurut politisi Gerindra ini, meski pengembangannya berhenti, namun, operasional proses pembangunannya tetap berjalan. “Meski berjalan hasil yang didapat tidak mencukupi dengan operasional yang dikeluarkan sehingga terus mengalami kerugian, ” jelasnya.
Sekarang ini, lanjut pria asal Ngawi ini, pihak PJL sedang berupaya untuk mencari investor baru. “Ketika berupaya mencari investor baru, ada kendala di antaranya yaitu komitmen yang harus dikembalikan kepada investor lama. Ini yang sedang diupayakan dulu oleh pihak PJL, ” imbuhnya.
Pemprov sendiri, lanjut Hartono, sudah menerbitkan beberapa pergub yang berkaitan untuk pembangunan limbah tersebut. “Maunya beroperasi dan menghasilkan PAD. Namun, kenyataannya pergub yang terbaru belum mencukupi untuk menarik investor baru, ” tandasnya.
Sekedar diketahui, di masa era gubernur Soekarwo, Pemprov Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp 80 Miliar untuk membangun pabrik pengelolaan limbah B3. Pembangunannya terletak di Dawarblandong, Mojokerto. Alasannya dibangun pabrik tersebut kalau itu, Jawa Timur memang tak memiliki lokasi pengolah limbah B3 sehingga proses pengolahan limbah harus dikirimkan ke Cileungsi Bogor, Jawa Barat.(wan)

