Pojokkiri.com

Pamsimas Terbengkalai Diduga Dikorupsi Berjamaah, APH Diminta Tidak Diam Saja

Foto : Pamsimas di Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur

Situbondo, Pojok Kiri
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III KKM Wringinanom Bersatu di Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo tahun anggaran 2020 terbengkalai dan dinilai tak bermanfaat bagi masyarakat. Selain tidak bisa digunakan, program nasional yang bertujuan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat itu ada dugaan korupsi berjamaah dalam pengerjaan proyek ratusan juta tersebut.

Hal ini disampaikan Budi Irawanto Pengacara Poros Timur Asembagus kepada Pojok Kiri melalui telepon selulernya, Sabtu, (15/3/2025)

Bahkan, Ia meminta kepada aparat penegak hukum (APH) di Situbondo untuk mengusut dugaan korupsi itu tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat.

“Terkait proyek Pamsimas di Desa Wringinanom Asembagus yang anggarannya sekitar Rp 300 jutaan kalau tidak salah itu mangkrak. Tidak bisa digunakan hingga saat ini sejak selesainya pengerjaan proyek itu, ya tidak ada manfaatnya kepada masyarakat apalagi ada dugaan korupsi di pengerjaan proyek tersebut, APH harus mengusut meski belum ada laporan dari masyarakat, “katanya.

Jangankan bermanfaat bagi masyarakat, menurut Budi kepada pemilik tanah yang ditempatinya Pamsimas tersebut sangat merugikan.

” Masyarakat yang tanahnya ditempati Pamsimas itu merasa dirugikan karena tidak ada kompensasi atau ganti rugi. Apalagi keberadaannya tidak bermanfaat terhadap masyarakat setempat, “tegangnya.

Selain itu, Budi juga menceritakan jika sebelumnya pihak inspektorat pemkab Situbondo, sekitar tahun 2022 pernah mendatangi Pamsimas di KP Timur Sawah, RT 02/ RW 03 Desa Wringinanom, lantaran viral disoal oleh warga karena mangkrak. Setelah didatangi pompa airnya hidup, setelah itu tidak bisa digunakan kembali hingga saat ini di tahun 2025.

” Ya sempat viral kemarin dan sudah ada pihak inspektorat yang turun ke lokasi. Namun, selesai ke lokasi pompa tersebut tidak bisa digunakan lagi hingga saat ini sejak dibangun. Keberadaannya tidak ada manfaatnya kepada masyarakat mas, apalagi diketahui itu mangkrak, ” jelasnya.

Sementara itu, Budi mengaku berdasarkan informasi yang ia dapatkan proyek Pamsimas anggarannya dari pemerintah provinsi dan juga diambil dari dana desa.

Pemerintah Desa Wringinanom, Kecamatan Asembagus hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terakait adanya sorotan masyarakat tentang Pamsimas yang terbengkalai yang ada di desanya. (Bersambung/Inul)